TERJEBAK PUBLIKASI

Leticia masih dengan seksama melihat beranda facebooknya. Dengan teliti ia melihat semua foto dan caption yang pernah ia upload. Profil facebooknya hanya dipenuhi dengan foto dirinya dan Alehandro. Ada foto saat mereka saling berpegangan tangan mesra, ada pula potret saat mereka dinner romantis berdua. Setiap foto tak pernah luput dari komentar bahagia orang-orang yang menyaksikan kemesraan mereka. Beberapa menit berselancar di profil facebooknya, Leticia menyadari bahwa hampir semua moment bahagianya bersama Alehandro sudah menjadi konsumsi publik dan ternyata sangat jarang ia mempublikasikan fotonya sendiri. Facebooknya seakan menjadi miliknya dan Alehandro akibat dominasi foto Alehandro di dalamnya. Hubungannya dengan Alehandro seakan mendapatkan dukungan baik dari publik facebook. Jumlah like yang tak pernah kurang dari 500 orang hingga puluhan komentar yang menyukai kebersamaan mereka membuat publik seolah berekspektasi tinggi terhadap kebersamaan mereka.

Leticia lalu melayangkan pikirannya jauh. Ia yang sejak tadi sudah mantap akan memutuskan Alehandro, mendadak gusar dan mulai terusik dengan fakta bahwa terdapat banyak pihak yang merestui hubungan mereka. Putus dengan Alehandro berarti mengecewakan banyak hati. Putus dengan Alehandro juga berarti menusuk banyak jiwa yang sedang tenang. Menyadari hal itu, Leticia semakin bingung untuk memutuskan Alehandro. Sejujurnya, ia sudah tak nyaman menjalin kasih dengan lelaki berdarah Portugal itu. Alehandro yang tak memiliki visi masa depan membuat Leticia muak dan ingin mengakhiri hubungan dengannya. Ia hanya sangat bingung karena sudah terlanjur membranding diri kepada publik sebagai pemilik hati Alehandro. Ia sudah terlanjur menunjukkan melalui postingannya seolah Alehandro adalah yang terbaik baginya dan tak akan terganti.

Penganiayaan Balita di Tangerang oleh Oknum Pemuda

Memutuskan untuk berpisah kemungkinan membuatnya mendapatkan ocehan bahkan ejekan dari banyak pihak. Ia takut mengecewakan banyak orang yang sudah terlanjur jatuh cinta pada setiap moment mesra yang sudah ia publikasikan. Seketika pertanyaan lain berlarian di otakknya, adakah sosok laki-laki lain akan mendekatinya nanti mengingat ia seakan sudah menjadi satu dengan Alehandro di mata publik? Ah, mungkin tidak akan ada laki-laki lain yang akan mencoba merayunya nanti. Ia sudah terlalu masif mempublikasikan diri sebagai kepunyaan Alehandro. Leticia menarik nafasnya panjang. Berulang-ulang kali mencoba menghilangkan berbagai kegelisahan yang menggerogoti raganya. Ia jelas terjebak publikasi. Ia terlalu haus pujian akan kemesraan di mata orang lain. Sejak awal ia salah mengartikan makna publikasi. Ia jelas bingung mengambil keputusan karena sudah melibatkan banyak pihak dalam hubungannya. Ah, mengapa ia tak memberi ruang pada privasi dulu? Mengapa sejak awal ia terlalu bernafsu mempublikasikan hubungan yang sebenarnya belum jelas arahnya demi pengakuan, status, like dan comment?

Penulis: Beatrix Yunarti Manehat, MSA

Tonton Gitaris NTT yang satu ini, jarang diketahui publik loh guys
Previous post 6 Perempuan Terseret kasus Ekspor Benih Lobster Edhy Prabowo
Next post ARTIS CHYNTIARA ALONA JALANKAN PROSTITUSI ANAK UNTUK BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.