Stop Sok Tahu Tentang Kehidupan Seseorang Melalui Postingannya di Sosial Media!

Facebook, instagram, twiter hingga whatsapp menyediakan ruangan bagi seseorang untuk berbagi kisahnya melalui postingan status. Banyak orang dalam keseharian menggunakan ruang tersebut untuk berbagi cerita dan sharing kisah kehidupannya. Ada orang yang hanya ingin memposting kebahagiaan di instagram, ada orang yang hanya ingin berbagi tentang prestasi di facebooknya, ada orang yang membagikan kesedihan dan amarah di twitter serta adapula orang yang suka membagikan kisah unik di status Whatsapp.

Dari segala jenis orang dan postingannya di atas, tahukah kamu bahwa dari 24 jam kehidupan seseorang, mereka hanya membagikan beberapa menit hingga beberapa jam kehidupan mereka di sosial media. 5 menit kehidupan yang terpotret melalui satu foto atau satu jam kehidupan yang terdokumentasi dari cuplikan video. Foto dan video tersebut tak jarang sudah melalui proses pilih-memilih berdasarkan kriteria tertentu dan kadang sudah melalui proses editing.
Melalui proses pemilihan dan editing di atas, seorang pemilik akun telah menentukan batasan kehidupannya. Seorang telah memberikan standar tertentu pada postingannya, tentang sisi kehidupan mama yang sebaiknya diketahui publik dan kehidupan mana yang tidak perlu publik ketahui tentang dirinya. Hal yang dibagikan melalui postingan adalah hal yang bisa orang lain ketahui tentang dirinya yang tanpa sadar juga membentuk persepsi publik akan sososknya.

Alasan-alasan di atas hanya ingin memperkuat pandangan bahwa apa yang ditampilkam di sosial media tidak 100 % mencitrakan sosok asli sang pemilik akun atau dengan kata lain, 100% kepribadian pemilik akun tidak benar-benar dipotret dam diposting di sosial media. Dengan demikian, jika kamu ingin menilai kepribadian sang pemilik akun, maka sosial media tidak bisa menjadi satu-satunya referensi. Sosial media tidak bisa menjadi satu-satunya cermin untuk penilaian pemilik akun.

Tak apa jika penilaianmu menunjukkan pujian kepada pemilik akun, namun akan menjadi masalah besar jika penilaianmu berdasarkan postingan merujuk kepada penghinaan, penghujatan hingga merendahkan sang pemilik akun.
Apalagi kamu lalu berani bergosip hingga menyebarkan hoax tentang sang pemilik akun hanya berlandaskan video dengan durasi satu jam kehidupannya. Jika kamu melakukannya, maka kamu terkategori sosok yang sok tahu. Kamu sedang sok tahu tentang kehidupan seseorang melalui postingannya di media sosial. Ulahmu bisa menyebabkan kesedihan orang lain dan rasa prihatin bagi dirimu sendiri.

Untuk itu, stop sok tahu tentang kehidupan seseorang hanya melalui postingan sosial medianya. Kenali pribadi orang tersebut secara sungguh-sungguh di kehidupan nyata, sebelum berani menyebar fitnah. Ingat, postingan di sosial media tidak 100% menggambarkan pribadi asli sang pemilik akun. Stop sok tahu dan bijaklah menggunakan sosial media.

Penulis: Beatrix Yunarti Manehat, MSA
Editor: Nadi

Previous post PERKUMPULAN ANAK MUDA KEFAMENANU (PAKU): LANGKAH PERKUAT LITERASI & BUDAYA TTU!
Next post Koef Meto Kopi Pilihan dari Timor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.