HUJAN NOVEMBER MEMANISKAN KENANGAN MERKURIUS

“Kau matahari, Nona. Merkurius terbentuk dari nebula matahari.”

“Tetap dekat dengan saya e kak.”

“Saling memunggungi bukan berarti tidak saling mendoakan. Dalam doa yang berbeda kisa sama-sama saling sebut nama, Nona. Setiap hari kita akan ketemu di amin yang sama dari doa-doa yang berbeda itu.”

“Kak yakin saya bisa?”

“Dulu manusia dan malaikat sama-sama bisa terbang, hanya kemudian manusia merasa diri berat dan tidak bisa terbang lagi. Saat di Paralayang setelah kau foto di rangka sayap malaikat saya sudah cerita toh, Nona.”

Perempuan itu mencukupkan tanya yang ragu-ragu. Mendapati rentetan jawaban tidak langsung yang butuh pemaknaan lanjutan seperti itu membuatnya yakin betapa besar kepercayaan Merkurius pada dirinya dan kepada Tuhan yang selalu melindunginya. Di gereja Blimbing, Merkurius membakthikan diri menjadi pengurus kapela di sela-sela kegiatan kampusnya. Dia pendoa yang tekun.

“Percuma saya menangis. Kak tetap jalan ju[iii].”

Perempuan itu menarik kepala dan wajahnya dari pelukan Merkurius. Dia seka lajur air mata yang membekas di pipi dengan kedua tangannya. Napasnya tebal dan basah. Dia perbaiki baju dan duduknya.

“Kak su siap sambutan untuk acara pelantikan nanti?”

“Saya tidak mau bicara banyak lagi, Nona. Ini giliran pengurus baru. Saya yakin akan semakin baik ke depannya. Banyak orang tua kita di sini yang peduli dan bergerak untuk dukung kita. Itu harga mahal dan kita harus balas dengan kerja keras juga.”

“Kalau sebelumnya seperti sekarang, saya yakin kondisinya tidak seperti ini.”

 “Segala sesuatu sudah diatur untuk terjadi pada waktunya, Nona.”

Pembahasan itu terganggu oleh hujan yang mulai perlahan membasahi. Hujan luruh dari langit Kota Malang malam itu, memaksa gerakan yang tergesa-gesa. Merkurius menudungi kepala perempuan itu dengan jaketnya. Diajaknya perempuan itu berdiri untuk bergegas pergi. Di bawah tudungan Merkurius dan hujan yang jatuh satu-satu, perempuan itu mengecup bibir lelaki yang akan segera meninggalkannya itu.

“Terima kasih, Nona.”

“Tetap jadi Merkurius yang dekat dengan matahari e kak.”



LEMBAYUNG DI KAKI BUKIT Previous post LEMBAYUNG DI KAKI BUKIT
O'Riordan, Zombie dan Generalisasi Sosial Next post O’Riordan, Zombie dan Generalisasi Sosial
Social profiles