Review Singkat Novel Maxim Gorky Pecundang

Judul : Pecundang
Penulis : Maxim Gorky
Penerbit : Narasi Jl. Cempaka Putih No. 8, Deresan CT X, Gejayan, Yogyakarta 55283, : Telpon, (0274) 555939, 556043, Faks. (0274) 546020
ISBN : (10) 979-168-433-2
ISBN : (13) 978-979-168-433-0
Cetakan : Pertama tahun 2015
Halaman : 404

Pecundang merupakan salah satu novel yang ditulis oleh Maxim Gorky pada tahun 1907 setelah satu tragedi besar yaitu pemberontakan bersenjata pada minggu berdarah yang menengarai Revolusi Bolshevik dimana pada minggu 9 Januari 150.000 buruh berpawai menuju istana Czar untuk menyampaikan petisi mereka, aksi ini kemudian direspon oleh pihak kepolisian bersenjata yang menyebabkan 1.000 demonstran tewas dalam aksi tersebut dan tiga bagian utama dari novel itu dimuat di Znanie di St. Petersburg pada tahun 1908 yang membuat Gorky mendapatkan larangan dari pemerintah untuk mempublikasikan kelanjutan dari novel tersebut. Novel itu kemudian dicetak secara diam-diam di Berlin dengan menggunakan bahasa Rusia tanpa tanggal diterbitkannya, tidak hanya itu, novel tersebut di terjemahkan dalam bahasa perancis yang dicetak pada tahun 1910 dilarang di Rusia, dan kemudian edisi terlengkap dari novel itu dicetak di Rusia pada tahun 1914 namun sayangnya novel itu tidak mendapatkan izin untuk dipublikasikan dengan alasan karena novel itu dianggap oleh Komite Pusat Penyensoran Asing sebagai kesengajaan pengarang yang ingin melukiskan kemuakannya terhadap aksi mata-mata dan penyiksaan di satu sisi dan tokoh-tokoh terhormat kaum revolusioner di sisi lain. Alur cerita dalam novel itu cenderung mengarah kepada Czar dan anggapan kaum revolusioner perihal pribadinya dan mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang salah di Rusia.

Novel dengan jumlah halaman mencapai 404 halaman tersebut kemudian di publikasikan ketika terjadi kekosongan kekuasaan pada tahun 1917 dengan terjemahan lengkap pertama dari naskah Rusia yang di rampung Gorky dan direvisi sebelum kematiannya.

Sementara mengenai penulis, Gorky secara harafiah berarti “pahit” merupakan nama samaran dari penulis dengan nama aslinya Aleksey Maximovich Peshkov. Gorky memandang kejahatan sebagai akibat dari pembagian kelas, kondisi-kondisi material, despotisme politik, dan ketidak adilan sosial. Gorky mencapai puncak ketenarannya ketika revolusi brsenjata melawan rezim Czar pada Desember 1905 dimana Rusia dalam keadaan kacau dan terpuruk dalam peperangan melawan Jepang yang sangat tidak populer pada Desember 1904 yang mengungkapkan ketidak becusan korupsi pemerintah, rakyat membuat ratusan petisi yang menuntut agar otokrasi diubah menjadi Monarki Parlementer, dan pemerintah merespon dengan janji-janji kabur tentang reformasi konstitusi.

Popularitas Gorky mulai naik dan membuatnya dikenal sebagai pelopor dan guru bangsa selama negaranya melewati periode yang sangat bergejolak dan menghancurkan bagi negaranya. Gorky mengenalkan pahlawan baru yakni, kaum buruh dan kaum petani, Ia terobsesi dengan ketidak adilan sosial dan penderitaan rakyat jelata yang terjadi di negaranya.

Gorky menceritakan dinamika kehidupan dan gejolak-gejolak yang disebabkan oleh ketidak adilan di negaranya dalam novel pecundang dengan menceritakan tentang penderitaan dalam kehidupan Klimkov seorang anak kecil yang ayahnya ditembak mati oleh jagawan ketika Ia berumur empat tahun dan Ibunya meninggal secara mendadak diladang saat musim panen, saat itu Klimkov berumur tuju tahun, sejak saat itu Klimkov tinggal bersama pamannya seorang tukang besi. Klimkov bertumbuh penuh ketakutan akan realitas kehidupan yang sangat keras pada masa itu, Ia memandang semua orang sebagai pelaku kejahatan yang paling kejam namun berperilaku santun dan lemah lembut.

Klimkov disekolahkan oleh pamannya si pandai besi hingga Ia menamatkan sekolah dan kemudian si pandai besi itu menyuruh Klimkov untuk pergi kota, disana Klimkov dipekerjakan di sebuah toko buku bernama Raspopov milik seorang lelaki tua, ditempat kerjanya itu kehidupan Klimkov berjalan lancar dan biasa-biasa saja, namun- seiring berjalannya waktu Klimkov mulai melihat banyak hal mengenai kehidupan, salah satunya pembunuhan majikannya yang dilakukan oleh seorang pembantu bernama Rayssa, sesorang perempuan yang juga telah membuat Klimkov menaruh perhatian kepadanya karena kecantikannya dan kehidupannya yang misterius. Ia kemudian tinggal bersama Rayssa dan menyaksikan konflik selanjutnya dimana ia dikejutkan dengan kabar kematian Rayssa yang mengiris tenggorokannya sendiri. Kabar ini membuat Klimkov terpuruk dalam kesedihan yang begitu dalam.

https://pedomanbengkulu.com/2019/09/membongkar-persoalan-pendidikan/ Previous post Pendidikan: Memanusiakan Manusia!!!
Next post Beberapa Menu Kampung Kuliner Malang ini Wajib Kamu Coba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.