Pagi suguhkan kopi dan sagu
Desiran angin begitu mengganggu
Seolah bersekongkol dengan ragu
Menampar raga yang masih terbelenggu

Ingin kurangkai kata dengan tinta
Tuliskan kalimat penuh dusta
Sehingga tercipta syair indah tentang semesta
Namun ragu sembunyi di balik rekayasa dan realita

Kucoba menuang drama hidup dalam kertas
Menyikap luka tanpa batas
Hingga kisahkan segala upaya yang telah kandas
Namun jemari ragu menulis kelam dengan jelas

Kini ragu kian membatu
Sebab logika dan perasaan tak kunjung menyatu
Memaksaku merenung di jalan buntu
Menanti ragu mencair dalam waktu.

Penulis: Janito de carvalho miguel
Editor: Nadi

Previous post Tips agar Badan Tetap Ideal Tanpa Lemak.
Next post Kisah Pilu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.