Ini sudah dua tahun dan aku tak berani mengatakan bahwa aku sudah bosan. Aku bosan dengan caramu mencintaiku, aku muak dengan kebiasaanmu membuat kesalahan yang sama. Aku hanya sedang sangat bingung bagaimana harus mengatakan padamu. Aku sudah tak nyaman dan sejujurnya sudah ingin melepasmu pergi. Aku sudah termakan obsesi untuk menjalani hidup tanpamu. Aku jelas khawatir bagaimana mengungkapkan ini kepadamu dan keluargamu. Aku terlalu prematur berjanji untuk bersedia menikah denganmu saat aku belum memahami definisi komitmen.

Pertama kali jatuh cinta membuatku terkesima padamu namun sayang aku tak siap menerima perubahan dirimu yang selalu datang bertubi-tubi. Kau seakan berubah menjadi lima belas kepribadian dalam satu tahun belakangan sebagai seorang pacar. Kau terus saja berubah ke arah yang tak kusukai. Kemanakah aku harus lari dan menyembunyikan muka? Aku sudah terlanjur dekat dengan keluargamu, kau sudah masuk dalam lingkaran kolegaku walau kita masih berpacaran. Batas-batas berpacaran sudah terlanjur kita langgar saat aku menyadari aku tak bisa mendampingimu selamanya. Perihal putus, aku hanya tak tahu bagaimana mengatakannya padamu. Bagaimana mengatakan putus di depan keluarga dan koneksi yang terkait denganmu?

Mungkin selingkuh bisa jadi peralihan yang tepat. Selingkuh bisa menjadi jalan keluar yang baik untuk melepasmu. Biar saja kau menganggapku pengkhianat, biar saja kau menganggapku rendahan. Terserah apa pikirmu tentang itu, yang aku inginkan aku bisa segera melepaskan diri dari genggamanmu. Kau pasti akan kecewa dan menyebar berita tentang keburukanku tapi tak apa. Aku hanya ingin bebas, aku hanya ingin menikmati hari yang baik. Perihal putus aku mungkin perlu sedikit berselingkuh untuk memastikan kau terluka dan kecewa lalu melepasku tanpa pamit. Ini memang salah tapi mungkin ini jalan yang terbaik dari yang terburuk untuk menyembunyikan ketakutanku bilang putus padamu. Chlowey masih bertengkar dengan pikirannya, sembari melihat potret buram Mathew sang kekasih ia lalu membalas chat Alex, “Alex, aku mau jadi pacarmu”.

Tentang penulis
Beatrix Yunarti Manehat, Lahir di Boronubaen, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kota Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Beatrix telah menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dan S2 Akuntansi di Universitas Brawijaya Malang pada 2019, Ia juga mendirikan Melki n Beatrix (MnB) Foundation pada 14 Desember 2014 dan bergerak di bidang pendidikan. Ia juga menaruh minat pada dunia sastra, dan telah terbitkan 3 Novel.

Previous post DI BALIK POTRET CANTIKMU
Next post Pemerintah Indonesia Belum Serius Urus Sanitasi Dan Air Bersih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.