Puisi-Puisi Ian CK

Sampah Kota
Kota yang membesarkan ramai
bertumpuk sampah sepanjang muka
sisa kecantikan dan kekenyangan.

Anak manusia berlalu lalang seperti ayam
membaca peringatan-peringatan murahan
lalu membuang lagi tanpa tobat.

Jika tanah adalah ibumu
ia sedang memeluk bau tubuhmu.

Penfui, 2021

Sampah Kota, 1

Lalu lalang lalu lintas seperti koloni belalang
menggempur kebun jagung
bukit cinta bergirang
dekap rindu sepasang kekasih
bau sampah dihidungmu masih sedap
apa merk parfum kekasihmu?

Percuma kauhafal mode filter handphone
saturasi warna foto
toh tanganmu merusak warna alam.

Kupang, 2021

Pesona Fulan Fehan

Ketika kamu berkacak di depan kuda
angin memilin rambutmu menjadi benteng Makes.
sapi dan kambing bertaburan takjub
melihat sepatumu lebih tinggi Lakaan.

Berjalanlah setenang awan
pergilah sebelum tesergap kabut dan sejuk
jangan tinggalkan sampah ibu kota
rumput tak mengemis sisa makan minuman
mungkin ceruk air habis oleh koloni kambing
jangan kamu seperti sapi.

Semoga hatimu tabah
menumbuh elok Fulan Fehan
merias mimpi Ema Belu
memeluk luas dunia.

Fulan Fehan, 2020

Matamu Padang Bulan

Di malam yang lesu
rindu datang bergulung-gulung
seperti hawa senja
menikam tubuh.

Pesan kepulangan seperti suatu kemelut
kadang rindu butuh banyak sabar
sewaktu aku pasti ke sana
memandangmu penuh dan seluruh.

Matamu padang bulan
tempat matahari berlibur
elok bersahaja.

Fulan Fehan, 2019

Previous post Harapan Di Balik HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia
Next post Manchester City Menggila, Liverpool masih Kosisten dengan Kemenangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.