Provinsi NTT: Bersolek Pada Hutan Terbakar dan Berkaca Pada Sampah

Realitas Masalah Lingkungan NTT

Program tabung sampah di sekolah dan lingkungan sembari menggandeng lembaga-lembaga yang menerima tabungan sampah dan dikonversikan menjadi uang atau emas bisa menjadi solusi. Sosialisasi dan melibatkan masyarakat yang menghasilkan sampah dalam mengelolah sampah juga adalah bentuk penyadaran agar meminimalisir penggunaan plastik dan mengajarkan pola pengolahan sampah.

Selain itu, pemerintah bisa melibatkan para guru hingga dosen dalam mencapai kebaikan lingkungan. Dibandingkan memberikan hukuman seperti lari keliling lapangan atau dikeluarkan dari kelas saat telambat, sebaiknya para guru/dosen meminta anak-anak membuat karya tulis tentang lingkungan, atau menabung sampah hingga menanam pohon jika melakukan sesuatu yang dianggap melanggar aturan. Hal ini bisa juga menjadi percepatan solusi untuk merawat lingkungan di NTT.

Baca juga:

Manfaat Sabun Cair dari Bahan Alami bagi Masyarakat Desa Lorotolus-Wewiku-Malaka
6 Destinasi Wisata NTT Membuat Liburanmu Makin Berwarna
Harga terbaru bahan bakar di NTT sesuai Perpres terbaru nomor 69
Cara Menjaga Kesehatan Otak
Amunisi terbaru Arsenal

Berkolaborasi dengan komunitas-komunitas penjaga lingkungan juga adalah baik untuk merapatkan barisan dalam menjaga lingkungan. Bekerja sama dan mendesainkan program bersama; misalnya setiap 6 bulan menanam pada hutan yang telah disediakan pemerintah  juga bisa menjadi solusi untuk menjaga lingkungan.

Ketegasan pemerintah atas implementasi kebijakan-kebijakan di bidang penjagaan lingkungan harus dijalankan. Kebijakan tidak boleh hanya hadir untuk memenuhi kertas kerja namun harus benar-benar hadir untuk diimplementasikan dan menyelesaikan masalah lingkungan. Di sisi lain, masyarakat tidak boleh hanya meminta pemerintah untuk tegas namun harus juga terlibat dalam aksi-aksi nyata menjaga lingkungan. Terbuka dan siap menerima kritik dan melakukan evaluasi atas kinerja pemerintah di bidang lingkungan bisa juga menjadi senjata ampuh dalam membenahi kerusakan lingkungan.

Kiranya permasalahan dan solusi lingkungan ini ini bisa menjadi perhatian seluruh pihak di Nusa Tenggara Timur untuk tidak lagi membakar hutan di desa sambil bersolek dengan sampah yang dibuang di jalan-jalan kota nan ramai itu. Mari mulai jaga lingkungan di Nusa Tenggara Timur, mulai dari dirimu dan mulai dari lingkunganmu.

Sumber:

https://www.republika.co.id/berita/q1o9vm459/ntt-hadapi-masalah-serius-akibat-kerusakan-lingkungan

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210405124246-20-626052/walhi-kerusakan-lingkungan-picu-banjir-bandang-di-ntt.
VictroryNews. Wali Kota Kupang Target Atasi Sampah Satu Bulan. 2019 [Internet]. Available  from: www.victorynews.id

Sayrani dan Tamunu (2020). Kewargaan dan Kolaborasi Pemecahan Masalah Publik: Studi Isu Sampah Di Kota Kupang. Timorese Journal of Public Health; Volume 2 Number 1, March 2020, e-ISSN 2685-4457; https://ejurnal.undana.ac.id/TJPH/index

https://www.kompas.id/baca/nusantara/2021/08/15/mengabaikan-lingkungan-ntt-makin-akrab-dengan-bencana-dan-kemiskinan/

https://elshinta.com/news/236472/2021/06/04/potensi-dan-kerusakan-hutan-di-manggarai-timur-ntt

Profil Penulis:

Beatrix Yunarti Manehat, SE.,MSA:

  1. Pimpinan Umum Media Nadiinformasi.com
  2. Founder dan CEO Melki and Beatrix Foundation
  3. Dosen Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, NTT
  4. Women Earth Alliance 2021 (Perempuan Penggerak Bumi 2021)
Previous post Manfaat Sabun Cair dari Bahan Alami bagi Masyarakat Desa Lorotolus-Wewiku-Malaka
Next post Hiatus Para Koruptor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.