Provinsi NTT: Bersolek Pada Hutan Terbakar dan Berkaca Pada Sampah

Realitas Masalah Lingkungan NTT

Selanjutnya Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Heremias Dupa dalam sambutannya yang juga diliput oleh Elshinta.com pada 03 Juni 2021  mengatakan bahwa berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), luas kawasan hutan yang rusak menunjukan trend yang  meningkat. Tahun 2021 berdasarkan data kerusakan hutan di Resort Watu Nggon seluas 839 ha, Poco Ranaka seluas 4400 ha dan Ranamese seluas 250 ha. 

Selain kebakaran hutan, alih fungsi lahan, banjir hingga penambakan liar, sampah juga menjadi momok bagi kerusakan lingkungan di Provinsi NTT. Sayran dan Tamunu (2020) dalam penelitiannya degan judul Kewargaan dan Kolaborasi Pemecahan Masalah Publik: Studi Isu Sampah Di Kota Kupang menemukan beberapa fakta bahwa masyarakat Kota Kupang bahkan memproduksi sampah 64 ton/hari sebagaimana dikatakan oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang, Obed Kadji. Ditemukan juga dalam penelitiannya bahwa jumlah sampah pada fasilitas umum, terutama di taman kota seperti taman nostalgia maupun wilayah pantai terkategori sangat banyak dan memprihatinkan. Sayangnya, masyarakat yang bermukim di sekitar area perkantoran pemerintah dan pertokoan (termasuk mall) walaupun sudah melihat sampah berserakan di sekitarnya masih menganggap bahwa sampah yang diproduksi tergolong sedikit.

Baca juga:

Manfaat Sabun Cair dari Bahan Alami bagi Masyarakat Desa Lorotolus-Wewiku-Malaka
6 Destinasi Wisata NTT Membuat Liburanmu Makin Berwarna
Harga terbaru bahan bakar di NTT sesuai Perpres terbaru nomor 69
Cara Menjaga Kesehatan Otak
Amunisi terbaru Arsenal

Solusi

Permasalahan lingkungan merupakan tanggungjawab kita bersama sebagai orang NTT. Hal ini senada dengan pandangan Wakil Bupati Manggarai Timur dalam liputan Elshinta.com; “Tugas besar kita adalah mengembalikan kelestarian lingkungan hidup dengan berbagai cara kita masing-masing dan untuk mempercepat penyelesaian persoalan perambahan hutan dan lingkungan hidup, dibutuhkan sinergitas pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha,” Dalam sambutannya juga dinyatakan bahwa permasalahan hutan dan lingkungan di Matim harus dikelola secara bijak. Ketua DPRD Manggarai Timur turut memberikan solusi: “Penting untuk membuat sebuah kajian yang komprehensif, profesional serta memenuhi standar keilmuan dalam penanganan masalah lingkungan hidup khususnya terkait perambahan hutan.

Selanjutnya solusi untuk permasalahn sampah; Pemerintah Kota Kupang misalnya telah melakukan program pengakutan sampah secara reguler oleh petugas sampah bahkan ada gerakan ASN (Aparatur Sipil Negara) membersihkan sampah namun belum efektif (Sayran dan Tamunu: 2020). Hal ini perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan. Selain itu penyediaan Bank Sampah yang siap melakukan pengolahan sampah hingga untuk mejadi  sesuatu yang berguna dan menghasilkan uang juga bisa jadi solusi. Menggandeng Dinas Kebersihan lingkungan, Bank Sampah, UMKM dan Ibu rumah tangga untuk melakukan pelatihan pemilahan sampah, pengelolaan hingga penjualan sampah hasil olahan bisa menjadi solusi.

Previous post Manfaat Sabun Cair dari Bahan Alami bagi Masyarakat Desa Lorotolus-Wewiku-Malaka
Next post Hiatus Para Koruptor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.