POLITICAL SOVEREIGNTY MENGANTISIPASI KKB PAPUA YANG MENGGUNAKAN SENJATA API BUATAN AMERIKA SERIKAT DAN AUSTRALIA

Berlandaskan tindakan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu dalam dugaan mengadakan senjata api buatan Amerika Serikat dan Australia kepada KKB maka, Satuan Tugas Penegakan Hukum Operasi Nemangkawi, menangkap seorang warga yang berinisial PK di kabupaten Nabire, Papua pada senin, 19/04/2021. PK ditangkap karena diduga menjadi pihak yang membeli senjata api untuk KKB. Menurut Kombes M Iqbal Alqudusi Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, bahwa PK sebelumnya sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kepolisian terkait kasus tersebut. Hal itu karena, informasi menganai perbuatan tersangka telah diungkapkan oleh DC dan FA dalam keterangan mereka sebagai tersangka kepemilikan senjata api tersebut.

Atas dasar keterangan yang disampaikan oleh tersangka kepemilikan senjata api DC bahwa adanya sejumlah transaksi yang dilakukan oleh PK diantaranya pembelian senjata api jenis M4 seharga Rp 300 juta. Kemudian membeli senjata api jenis M16 pada Desember 2019 dengan harga Rp 300 juta. Selanjutnya, ia pun memesan senjata api seharga Rp 550 juta pada awal 2020. Namun saat itu, PK belum ditetapkan sebagai tersangka karena ia masih diperiksa secara mendalam di Polres Nabire. Akan tetapi, dari hasil keterangan sementara PK mengakui telah membeli senjata empat pucuk dan telah diberikan kepada KKB Nduga yang ada di Intan Jaya, Jelas Iqbal (Kompas, 19/04/2021).

Berdasarkan peristiwa yang terjadi maka, sebagai negara Indonesia yang berdaulat atau negara yang memiliki kekuasaan tertinggi perlu memperaktekkan politik kedaulatan (Political Sovereignty) agar dapat mengantisipasi serangan dari luar termasuk serangan dari KKB yang nantinya akan terjadi menggunakan senjata api buatan Amerika Serikat dan Australia. Politik kedaulatan atau usaha menggapai kehidupan yang baik pada suatu negara dengan berlandaskan kekuasaan tertingginya harus dilaksanakan berlandaskan sifat-sifat kedaulatan menurut Jean Bodin seperti, permanen, asli, bulat, dan tidak terbatas. Menurut Jean Bodin sifat kedaulatan permanen artinya kedaulatan itu tetap ada selama negara itu bendiri, asli artinya kedaulatan tidak berasal dari kekuasaan lain yang lebih tinggi, bulat artinya kedaulatan tidak dapat dibagi-bagi dan merupakan satu-satunya kekuasaan tertinggi dalam suatu negara, dan tidak terbatas artinya kedaulatan itu tidak ada yang membatasi, sebab jika ada yang membatasi maka akan melenyapkan sifat kedaulatan (Hafizul Ihsan, Universitas Eka Sakti).

Tentang Penulis
Adrianus Berek. Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang, suka menulis sejak masuk seminari Hati Maria Claret Kupang, tidak hanya menulis tetapi juga telah membaca banyak tulisan di media sosial seperti: Kompas, Pos Kupang dan lain sebagainya. Adrian mulai aktif menulis ketika masuk universitas Widia Mandira Kupang Fakultas Filsafat.
Instagram : Adrhyan Kapitan

Previous post Kasus Covid Bertambah, Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Rumah Sakit Khusus Pasien Covid
Next post MENTALITAS INSTANISME MANUSIA TERHADAP ALAM

One thought on “POLITICAL SOVEREIGNTY MENGANTISIPASI KKB PAPUA YANG MENGGUNAKAN SENJATA API BUATAN AMERIKA SERIKAT DAN AUSTRALIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.