Perbedaan Cinta dan Obsesi, Yakin itu Cinta?

Photo by Lionello Delpicolo/Unsplash

Makan secukupnya , minum secukupnya, tidur secukupnya, jalan-jalan secukupnya dan lakukan segala sesuatu secukupnya. Mengapa? Karena segala sesuatu yang berlebihan akan berbalik menjadi bahaya. Makan banyak kamu akan kekenyangan dan bisa jadi muntah. Minum kebanyakan kamu akan muak, dan istirahat dalam jangka waktu yang lama akan membuatmu bosan dan bahkan sakit. Bukan hanya dalam hal makan, minum dan istirahat namun dalam hal cinta juga demikian.

Jatuh cinta kepada sesorang secara berlebihan terkadang membuatmu melewati garis batas. Kamu bisa jadi bukan lagi jatuh cinta namun sudah ada pada zona obsesi. Kamu perlu melakukan refleksi agar jatuh cintamu tidak berujung pada hal yang menyakitkan pasanganmu. Jatuh cinta berlebihanmu tidak membuat pasanganmu makin gerah dan menjauh. Untuk mengatasi hal tersebut, berikut tiga perbedaan dasar antara cinta dan obsesi:

Cinta itu keindahan, Obsesi itu kemarahan

Jatuh cinta kepada sesorang terkadang membuatmu lupa bahwa ia juga memiliki dunianya sendiri. Tidak hanya mengurusi dirimu, ia juga perlu berbagi waktu dengan keluarganya dan tentu berbagi kasih sayang dengan temannya. Cinta itu mendatangkan keindahan dalam hubungan. Ketika kamu tertawa dan dia tertawa, ketika kamu menangis dan dia menenangkanmu. Seindah itu. Namun, jika kamu sudah berada di zona dimana mengharuskannya menghabiskan seluruh waktu dalam hidupnya hanya untukmu maka percayalah itu sudah bukan cinta. Itulah obsesi. Kamu hanya ingin dia menjadi milikmu seorang. Kamu marah jika dia membalas pesan orang lain. Kamu marah jika dia fokus dengan pekerjaannya. Kamu marah dan menghilangkan hangatnya keindahan dalam hubungan. Kamu marah dan defenisi keindahan dalam cinta hilang. Setiap kali kalian bertemu dengan pasanganmu yang ada hanyalah luapan kekesalan. Obsesimu untuk memiliki dia seutuh menggantikan keindahan menjadi amarah yang tak berujung dalam hubungan.

Cinta itu pengertian, Obsesi itu memaksakan kehendak

Hubungan tentu tak lepas dari yang namanya masalah. Bisa jadi hari ini kamu yang menyebabkan pertengkaran dan besok ia yang memulai perdebatan. Menghadapi hal tersebut maka perlu ada saling mengerti diantara kalian berdua. Ya, kalian berdua bukan hanya satu diantara kalian. Kamu mau mendengarkan opininya dan dia juga menurunkan egonya untuk mendengarkan penjelasanmu. Ketika kamu ngotot dan mengharuskan ia hanya mendengarkan pandanganmu maka itu sudah bagian dari obsesi. Ketika kamu tak membiarkan ia memiliki pilihan lain dan mengikutimu seutuhnya dalam hubungan maka itu bukan lagi cinta. Cinta mengedepankan keindahan, cinta mengedapankan kasih sayang dan tentu mengedepankan saling pengertian. Cinta itu mendengarkan, cinta itu menerima dan memberi. Saling mengerti untuk mengambil keputusan yang tidak berat sebelah, saling pengertian untuk mengakomodir keinginan kedua belah pihak. Itu cinta.

Cinta itu kebebasan bertanggungjawab, Obsesi itu Mengekang

Ketika kamu tidak mengizinkan pasanganmu melakukan hobbynya karena rasa khawatirmu yang berlebihan maka berhati-hatilah bisa jadi kamu sudah terobsesi. Kamu melarangnya untuk tidak melakukan hobbynya karena takut ia jatuh cinta pada orang lain, kamu tidak ingin ia menemui temannya karena takut kehilangan. Sikap-sikap tidak membebaskan pasangan menjadi dirinya sendiri membuat ia terkekang dan kehilangan kebebasan. Jika ini terjadi dalam hubunganmu, maka itu bukan lagi cinta. Itu sudah merupakan sebuah obsesi. Kamu mengurungnya dalam alasan yang tak pasti untuk memuaskan hasratmu semata. Padahal cinta merupakan kebebasan yang bertanggungjawab. Cinta tak mengenal pengekangan, cinta adalah kebebasan. Kamu mengganggu aktivitasnya hanya karena rasa takut kehilanganmu yang berlebihan. Ketika ini terjadi maka yakinilah ini bukan cinta, ini obsesi. Cinta harus menumbuhsuburkan pencapaian mimpi satu sama lain.

Nah, itulah tiga perbedaan mendasar antara cinta dan obsesi. Pastikan kamu memahaminya dengan baik agar tak salah kaprah. Refleksikan ini dan mulai kembali jatuh cinta dengan pasanganmu. Mulai berikan ia kebebasan dan lepaskan kekanganmu.

Nah, itulah tiga perbedaan mendasar antara cinta dan obsesi. Pastikan kamu.

Penulis: Beatrix Yunarti Manehat, MSA

Editor : Nadi

Previous post AWAL JULI 2020; HARGA BERAS STABIL, HARGA CABAI MENINGGI DI KOTA KUPANG DAN MAUMERE
Next post Tiga Angkah di Halaman Rumah Tetangga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.