Pendidikan Vokasi di NTT siap Terima Tantangan Dunia Usaha dan Dunia Industri

“Kami sangat siap mendukung program pendidikan vokasi nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di bawah komando Direktorat SMK, untuk memutus rantai kemiskinan dan membuka lapangan kerja di Nusa Tenggara Timur” kata Linus Lusi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, NTT.

Berbagai intervensi program telah dilakukan oleh Pemerintah untuk meningkatkan daya saing bangsa dan negara melalui sektor Pendidikan. Sebagai salah satu backbone utama mensejahterahkan masyarakat, pemerintah sangat serius untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif dan berdayang saing.

Pendidikan vokasi adalah salah satu kunci utamanya. Melalui pendidikan vokasi, peserta didik dan para lulusannya akan dibekali dengan satu keahlihan tertentu yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Para lulusan akan memiliki satu kompetensi yang dapat diandalkan sebagai bekal berkarir maupun untuk menciptakan lapangan kerja secara mandiri.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Direktorat SMK, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan vokasi di Indonesia. Mulai dari pengembangan program revitalisasi SMK, menciptakan SMK Center of Excellence, dan kini menambahkan kualitas Pendidikan di SMK dengan menerapkan Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK).

Program SMK PK ini sebenarnya merupakan pengembangan lebih strategis dari program-program sebelumnya, yaitu revitalisasi SMK dan SMK Center of Excellence. Dengan sebuah paradigma baru, program ini diharapkan mampu menjawab tantangan dunia usaha dan dunia industri terutama di era revolusi industry 4.0 menuju era Society 5.0.

Di Nusa Tenggara Timur, ada 10 Sekolah Menengah Kejuruan yang mendapatkan kesempatan sebagai pusat rujukan SMK-SMK lainnya di NTT. Sebarannya, 4 (empat) SMK di daratan Pulau Timor, yaitu SMKN 3 Kota Kupang, SMKN 4 Kota Kupang, SMKN 5 Kota Kupang, dan SMKS Katolik Kusuma Atambua. Dua SMK di Pulau Sumba, yaitu SMKN 2 Loli, Sumba Barat, dan SMKN 1 Mamboro, Sumba Tengah. Terakhir, 4 (empat) SMK di Pulau Flores, yaitu SMKS Stella Maris Labuan Bajo, SMKN 1 Labuan Bajo, SMKN 2 Komodo, dan SMKN 1 Maumere.

Sebagai sekolah rujukan, para Kepala Sekolah lebih didorong untuk menerapkan suatu manajemen kepemimpinan yang terbuka, inovatif, dan berpikir lebih out of the box serta menangkap semua peluang kerjasama dengan para pihak agar kualitas pembelajaran di sekolah benar-benar menyasar kebutuhan dunia usaha dan industri.

Suatu kepemimpinan yang diharapkan mampu mendatangkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pihak industri dan perguruan tinggi guna menciptakan kualitas lulusan yang lebih kompetitif.

Meskipun masih dalam tahap pemenuhan berbagai kebutuhan sarana dan pra sarana sekolah, Kepala SMKN 5 Kota Kupang, Dra. Safirah Corenelia Abineno, berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan Program Center of Excellence di sekolah yang ia pimpin saat ini.

“Sebagai Kepala Sekolah, saya sangat bersyukur sekolah kami dipilih menjadi sekolah rujukan untuk dikembangkan sebagai salah satu SMK Center of Excellence di Indonesia, khususnya di NTT. Kami akan menyiapkan tenaga pendidik dan para siswa dengan baik”. Tegasnya.

“Saat ini kami bekerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Mutu Pendidikan Vokasi Bandung, untuk mendukung program pengembangan karakter budaya kerja industri dan program pengembangan skills melalui kegiatan praktek atau magang”. Lanjutnya.

Sementara itu, Linus Lusi, S. Pd., M. Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi NTT mendukung penuh upaya sekolah vokasi dalam pengembangan 8 (delapan) standar yang mengedepankan pendidikan vokasi sebagai kekahasan, baik melalui pendampingan, pendidikan, dan pelatihan serta pemagangan.

Menurutnya, praktek keunggulan di sekolah-sekolah contoh dapat direplikasi ke SMK lainnya dengan mendayagunakan sumber daya dan anggaran yang tersedia di sekolah maupun di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa dengan adanya 10 SMK yang mendapatkan dukungan Pemerintah Pusat, akan menjadi modal bagi NTT siap untuk memenuhi tantangan dunia usaha dan dunia industri di era revolusi industri 4.0 saat ini. Beliau meyakini bahwa hasil akhir dari program-program ini akan memutus rantai kemiskinan dan membuka lapangan kerja di Nusa Tenggara Timur. Semoga!!!

Penulis: Welhelmus Poek

Previous post 50 Kalimat Populer Bahasa Inggris Bagi Pemula (Part 2)
Next post 3 BEASISWA YANG DIKHUSUSKAN UNTUK KAUM PEREMPUAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.