Pecundang

Di balik pintu aku duduk sambil berbicara seperti orang bodoh yang lupa tentang kerasnya kehidupan..

Gelap ruangan menandakan aku sedang bermimpi tentang gadis di sudut lorong keniscayaan…

Brengsek..
Kata sandi saat aku masuk di zona penuh khayalan..

Banyak jepretan tapi masa bodoh berputar di dalam gelas berisi larutan cap tikus..

Hahahha..
Sudahlah..
Kapan cahaya itu ada di tengah kegelapan membawa kenikmatan..

Sudahlah..
Waktu belum sempat menyadarkan..
Aku masih seperti pengecut di balik topeng khayalan..

Penulis: Melki

Biarkan Diam Puisi Betarix Yunarti Previous post Biarkan Diam
Salah Menempatkan Rasa Next post Salah Menempatkan Rasa

One thought on “Pecundang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.