Pandemik dan Pergulatan Eksistensi Manusia Dalam Eksistensialisme Kierkegaard

Pandemik (penderitaan) dan Eksistensi Manusia
Heidegger memaknai penderitaan lama dan berat sebagai momen “sudah dan belum” eksistensi berada dalam batas akhir hidupnya. “sudah” di perbatasan, kerena dalam keyataan sudah mengalami kerapuhan absolut mengenai hidupnya; “belum” karena diri kita sedang dalam pergulatan dan perjuangan mempertahankan Being (mengada) kita. Sebagai manusia yang normal situasi macam ini merupakan sesuatu yang absurditas, kecemasan, kesendirian, ketakutan bercampur dengan kepasrahan yang sulit menjadi suasana pergumulan keseharian kita. (Riyanto, 2014: 238).

Pandemik yang masih menjalar sekarang ini tentu menimbulkan penderitaan bagi hidup manusia karena sudah banyak orang yang meninggal dan lebih menyakitkan lagi, ada yang tidak bisa melayat keluarga mereka yang meninggal akibat virus tersebut. Betapa pedihnya nasib manusai berita kematian menjadi langanan harian untuk media sosial. Melihat realitas yang ada membuat orang kerap kali mengerti kematian sebagai misteri kefatalan diri. (Orang berada dalam keputusasaan, kegalauan dan kegelisahan hidup.

Dalam Fear and Trembling, Kierkegaard menambilkan tokoh Abraham. Tokoh dari Kitab Suci ini dengan keputusan bebasnya mengorbankan putra tunggalnya, Isak, karena iman kepada Allah. Dalam kasus ini, Abraham secara moral universal mengalami kecacatan. Secara hukum perbuatan Abraham tidak dibenarkan karena ia membunuh. Namun, Abraham memasuki sikap yang paradoks. (Hardiman, 2019: 245). Meskipun ia melakukannya dengan berat hati karena harapan yang ia miliki tiba- tiba diambil oleh Tuhan. Bahkan dalam kisahnya, Abraham tidak mampu berkata-kata berhadapan dengan situasi yang paling menyayat hatinya. Di hadapan Yang Maha Kuasa dia tidak berkutik. Namun, iman Abraham kepada Allah mengalakan segala perasaan yang timbul kala itu.

Previous post Ketidakadilan non manusia (alam) serupa dengan ketidakadilan terhadap perempuan (manusia)
Next post PANDEMI COVID-19 MERONGRONG IMAN DAN IMUN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.