Pandemi dan Elitisme

Banyak warga mempertanyakan keistimewaan jenazah kedua pejabat ini yang tidak dikuburkan di TPU khusus Covid-19 Fatukoa, Kota Kupang. Sanak saudara yang keluarganya meninggal karena terpapar Covid-19 dan dimakamkan bersama jenazah pasien Covid-19 yang lain tidak akan tinggal diam. Keadilan harus sungguh-sungguh ditegakan. Seolah-olah tempat pemakaman umum khusus Covid-19 hanya diperuntukan bagi rakyat jelata sedangkan bagi para elit tidaklah demikian.

Elitisme pandemi menjadi suatu pentas politik untuk menunjukan bahwa kaum elit dan pejabat derajatnya lebih tinggi dari rakyat biasa. Peristiwa ini kemudian menciptakan satu jurang yang tak terseberangi antara rakyat dan pejabat. Kita hanya menuntut keadilan bagi segenap warga sebab pandemi ini menjangkit semua orang tanpa melihat apakah itu pejabat, rakyat, orang baik ataupun orang jahat. Di hadapan pandemi, semua sama.

Elitisme adalah virus yang harus dibasmi dari kehidupan bersama sebab bahayanya tidak hanya mematikan tubuh manusia tetapi juga menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa. Kita terus berjuang melawan elitisme dalam semua bidang kehidupan dengan vaksinasi keadilan dan kesederajatan sebab tanpa keduanya, kaum elit akan merasa derajatnya lebih tinggi.

Mari kita basmi virus elitisme dengan menjunjung tinggi nilai ketuhananan, kemanusiaan, persatuan, kebijaksaan dan keadilan sebab di hadapan hukum kita sama dan sederajat. Kembalikan keadilan kepada kemanusiaan sebab kemanusiaan adalah agama universal di mana ia melampaui segala sekat suku, bangsa, bahasa, ras dan agama. Rawatlah negeri ini dengan keadilan demi Indonesia yang sehat dan tangguh.

Penulis: Jondry Siki, CMF
(Tinggal di Seminari Hati Maria Claretian Kupang)

Editor: Nadi

Previous post Jenis makanan dengan karbohidrat kompleks yang dibutuhkan tubuh
Next post Membangun toko online secara gratis tanpa biaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.