Pandemi dan Elitisme

Beberapa pekan lalu sejumlah warga NTT memprotes pelakuan khusus atas jenazah Bupati Lembata, Eliazar Yentji Sunur. Protes tersebut bermula dari keputusan pihak rumah sakit Siloam Kota Kupang yang mengizinkan pemulangan jenazah Bupati Lembata ke kediamannya di Nubatukan, Lembata. Warga mencium aroma ketidakadilan Rumah Sakit dan Pemerintah Daerah mengurus proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 sebab Bupati Lembata meninggal akibat terpapar Covid-19.

Warga NTT menuntut agar jenazah Bupati Sunur tetap dikuburkan di Pemakaman Umum khusus Covid-19 Fatukoa, Kota Kupang. Peristwa serupa terjadi lagi. Kali ini adalah mantan Ketua DPRD Kabupaten TTU, Pak Frengky Saunoah yang dikabarkan meninggal di Rumah Sakit SK Lerik Kota Kupang karena terpapar Covid-19 pada hari Sabtu, 31 Juli 2021, dikabarkan telah dipulangkan ke TTU.

Dilansir dari berandanusantara.com, diberitakan bahwa jenazah Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten TTU dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan. Pemulangan jenazah para pejabat daerah ke kampung halamnya khusus wilayah NTT kembali terulang. Yang mana sebelumnya adalah Bupati Lembata. Pertanyaan sederhana bagi kita, apakah ada aturan khusus bagi para pejabat untuk tidak dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Khusus Covid-19. Alih-alih menilai bahwa saat ini kita sedang terperangkap dalam budaya elitisme.

Previous post Jenis makanan dengan karbohidrat kompleks yang dibutuhkan tubuh
Next post Membangun toko online secara gratis tanpa biaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.