PANDEMI COVID-19 MERONGRONG IMAN DAN IMUN

Iman di Tengah Pandemi Covid-19
Iman merupakan tanggapan manusia terhadap revelasi Allah. Oleh karena itu, hanya melalui iman manusia dapat dipersatukan dengan Allah. Tanpa iman manusia tidak dapat mengakui adanya revelasi Allah sehingga, kerap kali manusia yang tidak beriman hanya menganggap revelasi Allah sebagai sebuah kebetulan terjadi. Akan tetapi, bagi manusia yang beriman berganggapan bahwa segala sesuatu yang ia peroleh merupakan anugerah dari Allah. Maka dari itu, mereka yang beriman selalu mensyukuri rahmat Allah dengan berbagai tindakan nyata seperti, cinta kasih, doa dan Ekaristi. Tindakan cinta kasih, doa dan Ekaristi bagi mereka merupakan sebuah kebutuhan yang fundamental dalam kehidupan sehari-hari.

Adanya pandemi covid-19 yang hadir di dunia sekarang memberikan dampak negatif bagi tanggapan manusia terhadap revelasi Allah. Hal ini dikarenakan, hadirnya pandemi covid-19 menyurukan kepada manusia untuk tidak melakukan kontakan langsung dan kerumunan antar sesama. Dampak tidak adanya kontakan langsung dan kerumunan antar sesama mengoyahkan tanggapan manusia terhadap revelasi Allah berupa cinta kasih, doa, dan Ekaristi. Hal ini karena, untuk melakukan cinta kasih seperti, membantu sesama dalam bergotong royong terhambat, mempertanyakan kebaikan Tuhan dalam doa, dan tidak menyambut Tubuh dan Darah Yesus Kristus dalam perayaan Ekaristi karena adanya kontakan langsung dan kerumunan.

Previous post Pandemik dan Pergulatan Eksistensi Manusia Dalam Eksistensialisme Kierkegaard
Next post Colombia Menang 3 – 2, Saksikan Final Brasil VS Argentina Besok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.