PANDEMI COVID-19 MERONGRONG IMAN DAN IMUN

Sejarah mengisahkan bahwa setiap zaman memiliki tantangan, tantangan-tantangan tersebut ada yang sama, ada yang mirip, dan ada pula yang berbeda. Bila dikaji dari peristiwa-peristiwa yang terjadi pada zaman dulu (old) dan zaman sekarang (now) adanya kasamaan, kemiripan, dan perbedaan tantangan. Salah satu tantangan yang terjadi di zaman dulu (old) seperti, kesepuluh tulah yang dihadapi bangsa Israel saat itu (bdk Keluaran 7-11). Kesepuluh tulah tersebut memberikan banyak dampak negatif terhadap mereka baik secara material maupun non material. Zaman sekarangpun tidak kalah saing dengan tantangan yang dihadapi.

Berlandaskan fenomena yang terjadi di zaman sekarang (now), ada berbagai tantangan yang dihadapi seperti, pandemi covid-19 yang aktual melanda dunia sekarang. Pandemi covid-19 merupakan sebuah penyakit yang menyebar di seluruh dunia untuk semua Negara. Penyakit ini disebabkan oleh jenis virus baru yang diberi nama SARS-COV-2. Penyakit ini pula pertama kali di deteksi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada tanggal 1 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020. Virus SARS-COV-2 diduga akan menyebar diantara orang-orang terutama melalui percikan pernapasan. Selain itu juga, virus tersebut dapat menyebar akibat menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah seseorang.

Dampak dari pandemi covid-19 memberikan banyak tantangan bagi manusia baik secara material maupun non material. Pengorbanan material di tengah pandemi covid-19 seperti, menurunnya perkembangan ekonomi, terkikisnya nilai kebudayaan setempat, kehilangan pekerjaan dan lain sebagainya. Sedangkan, pengorbanan non material di tengah pandemi covid-19 seperti, terjadi penurunan daya tahan tubuh (imun), goyahnya kepercayaan (iman), renggangnya hubungan sosial antar sesama dan lain sebagainya. Lebih dari itu, dampak dari pandemi covid-19 merebut banyak nyawa di muka bumi mulai dari anak-anak hingga para lansia. Bahkan, berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada kamis (11/03/2021) pukul 06.45 WIB, kasus yang terkonfirmasi posetif covid-19 sebanyak 188.607.029 jiwa. Diantaranya 94.221.177 jiwa dinyatakan sembuh dan 2.630.898 jiwa dinyatakan tewas dan lain sebagainya masih dalam proses pemulihan (Kompas 11/03/2021).

Previous post Pandemik dan Pergulatan Eksistensi Manusia Dalam Eksistensialisme Kierkegaard
Next post Colombia Menang 3 – 2, Saksikan Final Brasil VS Argentina Besok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.