Mental Health & Kuliah Online VS Mahasiswa

Tidak terasa kita semua sudah berbaur dengan pandemi selama kurang lebih 1 tahun lebih 6 bulan. Percaya atau tidak, selama pandemi waktu berjalan jadi lebih cepat. Baru saja pertengahan semester 4 kemarin, diminta untuk melakukan pembelajaran online, ternyata sekarang sudah mulai semester 7 kalau kata orang, time flies fast. Kalau bicara tentang kuliah online dan dampak pandemi, jadi bingung yang mau diberitahu dampak positif atau negatif ya? Hehehe bukan karena seimbang antara dampak positif dan negatif, tapi karena sebagian mahasiswa merasakan ada lebih banyak dampak negatif dari kuliah online dan sebagian lagi merasakan ada lebih banyak dampak positif dari kuliah online.

Okay, bicara soal dampak negatif kuliah online. Kenapa sih yang dibahas terlebih dahulu dampak negatif! Hehehe soalnya yang nulis lebih banyak ngerasain dampak negatifnya, Okay kita mulai dari mental health. Selain dampak kesehatan akibat penularan virus, yang buat kita makin parno buat kemana-mana, kesehatan mental menjadi salah satu dampak negatif yang dirasakan selama kuliah online ini. Selama masa pandemi, kita dituntut untuk beradaptasi dengan suasana lingkungan sosial yang baru Lingkungan sosial, dimana semua interaksi sosial dibatasi baik secara virtual ataupun secara langsung. Masih ingat bukan? Pas awal-awal pandemi kalau kemana-mana wajib banget pakai masker dan wajib banget bawa hand sanitizer bahkan untuk kemana-mana aja jadi takut. Selain itu, yang awalnya suka nongkrong hareng teman-teman buat nugas, atau sekedar nongkrong buat ngobrol, jadi cuman bisa diem di rumah dan ngobrol virtual bareng teman-teman. Sadar atau tidak, karena semuanya serba virtual, uda banyak banget hal yang tidak bisa disampaikan secara tuntas, ya karena ngobrol secara langsung jauh lebih menyenangkan. Karena banyak banget hal yang disimpen sendiri, belum lagi beban kuliah online yang berat, jadi tertekan dan jadi sedih sendiri, cemas dan kadang jadi overthink dan bikin susah tidur. Hal-hal tersebut juga bikin kondisi kulit para ciwi-ciwi jadi breakout dan bikin insecure. Beberapa hasil penelitian yang tertulis di tirto.id, menyebutkan bahwa sebagian besar responden menunjukan bahwa masalah yang paling sering dialami selama masa kuliah online adalah kecemasan. sulit tidur, sulit berpikir, lelah sepanjang waktu dan sebagian mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidup. Selain masalah kesehatan mental, sadar gak sih akademik juga bermasalah. Banyak banget materi kuliah yang susah untuk dipahami karena ternyata, sebagian materi perkuliahan akan lebih mudah dipahami jika dijelaskan secara langsung oleh Bapak dan Ibuk Dosen secara tatap muka. Karena banyak materi yang tidak dipahami dengan baik selama kuliaht online, ya akibatnya banyak banget tugas yang tidak bisa dikerjakan secara maksimal, banyak quiz yang tidak mendapat hasil yang memuaskan dan bahkan saat ujian pun masih banyak soal yang susah untuk dipahami. Belum lagi kuliah online yang tidak bisa berjalan dengan lancar akibat kendala jaringan internet yang seringkali datangg tanpa bisa ditebak. Kebayang gak sih, pas lagi dengerin penjelasan Bapak dan Ibuk Dosen, tiba-tiba internetnya lost connection untuk waktu yang agak lama dan udah pasti materi yang lagi dijelasin waktu internetnya lost connection udah kelewat. Terus ada lagi nih satu permasalahan kuliah online yang sering banget dihadapi. Kerja kelompok virtual, yang dimana banyak banget anggota kelompok yang seringkali tidak berpartisipasi aktif dalam kegiatan kerja kelompok dan membuat anggota kelompok lain harus mengerjakan tugas yang lebih banyak dalam kegiatan kerja kelompok tersebut. Tapi dibalik semua dampak negatif itu ada juga dampak positifnya, yuk bahas dampak positifnya.

Okay mari bicara soal dampak positifnya. Sadar atau tidak, selama masa pandemi ini, kita semua jadi punya banyak waktu buat kumpul sama keluarga kita, yang mungkin selama ini buat duduk bareng di meja makan buat makan sambil ngobrol aja susah. Karena ada WFH (Work From Home), semua kagiatan kerja orang tua dan saudara saudari kita, dilakukan dari rumah. Kita jadi lebih punya banyak waktu buat quality time dengan keluarga kita. Selain itu, kita juga jadi punya hobi haru, yang bisa dilakukan dari rumah. Misalnya gardening, beternak ikan, painting, memasak atau mungkin belajar beberapa bahasa asing lewat lagu-lagu atau film-film mancanegara.

Dengan adanya larangan keluar mimah, kita juga ikut serta dalam upaya mengurangi emisi karbon loh, iya karena hanya sedikit kendaraan yang beroperasi, emisi karbon jadi berkurang, langit jadi lebih cerah selama masa pandemi. Meskipun banyak rebahan tapi gak nyangka kan ternyata kita turut ambil bagian dalam menyelamtkan

Buk Bumi. Meskipun dampak positifnya tidak begitu banyak, tapi dimasa pandemi seperti

atau tidak, kita jadi lebih bisa untuk bersyukur dan menerima keadaan kita. Semoga kita sem

sehat ya dan jangan lupa untuk selalu memakai masker ya

Penulis: Irene Tey Seran

Previous post PERLUKAH MEMBUKTIKAN CINTA SAAT BERPACARAN DENGAN MELAKUKAN HUBUNGAN SEX?
Next post Sejumlah Kasus yang Pernah Ditangani Irjen. Pol. Ferdi Sambo

Tinggalkan Balasan

Social profiles