MENTALITAS INSTANISME MANUSIA TERHADAP ALAM

Perlu kita ketahui bahwa air menjadi sumber yang paling vital dalam kehidupan manusia. Di Samping itu air memiliki nilai kesehatan bagi manusia dan nilai ekonomis bagi kesejahteraanya. Maka perlu adanya perhatian bersama dalam menjaga lingkungan yang bebas dari pencemaran. Sebagaimana solusi yang ditawarkan yakni melalui sosialisasi hidup sehat dan Pendidikan dari pemerintah. Menurut Mahroes keberadaan Pendidikan harus memastikan terlaksananya “making scientific skill” atau “asah keterampilan atau sikap” secara komprehensif dan simultan (Atok Mitfachul Hudha, dkk,2019:5). Oleh karena itu perlu mengintegrasikan nilai dan sikap, pengetahuan, keterampilan, kemampuan komunikasi, kecerdasan, dan kesadaran etika lingkungan.

Adapun perilaku manusia membuang sampah salah satu bentuk contoh yang tidak memiliki kesadaran tentang dirinya bagian dari lingkungan. Pembuangan sampah tidak tepat pada tempatnya sangat mempengaruhi Kesehatan manusia. Sebagaimana membuang sampah dipinggir jalan umum menimbulkan aroma yang tidak sedap, mengganggu aktivitas disekitarnya, memberikan pemandangan yang tidak elok bahkan menjadi sarang penyakit bagi manusia sendiri. Meskipun tertampak jelas kalimat imperativ “DILARANG MEMBUANG SAMPAH DISINI” untuk menjadi persuasi bagi masyarakat disekitarnya akan tetapi masih ada kekurangan untuk memiliki kesadaran dalam pola hidup sehat dengan lingkungannya. Adapun sampah-sampah itu tidak terurus oleh manusia sendiri setelah ditinggalkan begitu saja. Sebab manusia kurang memiliki kesadaran untuk mengatasi sampah dan memiliki sikap apatis untuk mengurangi atau menghilangkannya.

Kesadaran Lingkungan
Berbagai kerusakan lingkungan dan pencemaran dimanapun banyak terjadi disebabkan oleh aktivitas pembangunan dan kelalaian manusia. Hal itu yang melahirkan organisasi atau lembaga internasional maupun nasional untuk mengatasi krisis lingkungan yang membangunkan kesadaran umat manusia. Kesadaran hukum lingkungan, baik itu pelestarian maupun pengelolaannya, pada hakikatnya manusia harus memiliki kesadaran hukum yang tinggi, karena manusia memiliki hubungan sosiologis maupun biologis langsung dengan lingkungan hidup di mana dia berada (Moh. Fadli, ‎Mukhlish, ‎ Mustafa Lutfi,2016:15).

Menurut Soerjono Soekanto, perlu adanya kesadaran hukum masyarakat menyangkut faktor-faktor apakah suatu ketentuan hukum diketahui, dimengerti, ditaati dan dihargai. Maka di sini sangat penting sekali kewenangan dari pemerintah dan partisipasi serta pelaksanaan dari masyarkat luas maupun lembaga internasional atau nasional yang berkecimpung dan menentukan suatu hukum kesadaran lingkungan. Oleh karena itu sangat penting sekali bila ada sikap saling bahu-membahu membangunkan kesadaran untuk menyelamatkan “rumah kita” yang dihuni oleh semua komponen makhluk hidup di dalam lingkungannya.

Kita pun layaknya mengapresiasi langkah-langkah pemerintah yang sudah mengambil kebijakan untuk menangani krisis lingkungan seperti dikeluarkan Undang-Undang Lingkungan Hidup (UULH) serta Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH). Ada pula penerapan suatu pengkajian yang lebih intensif dalam mengelola alam di mana ada prosedur perizinan, penentuan baku mutu lingkungan, dan prosedur analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) demi pembangunan untuk kesejahteraan sosial. Di samping itu tak kalah penting juga semua elemen berbangsa dan bernegara mengintegrasikan semua nilai kehidupan manusia, lingkungan, dan semua makhluk hidup untuk mejaga keutuhan bumi sebagai rumah kita bersama.

Daftar Pustaka
Husain, Ahmad, Ketahanan Dasar Lingkungan, Makassar: Sah Media, 2019.

Hudha, Atok Mitfachul, dkk, Etika Lingkungan: Teori dan Praktis Pembelajarannya, Malang: Muhammadiyah, 2019.

Ngatimin, Sri Nur Aminah, ‎Syatrawati, Teknik Menanggulangi Pencemaran Tanah Pertanian di Kota dan Desa, Jakarta: Leutika Prio, 2017.

Tacconi, Luca, dkk, Proses Pembelajaran Promosi Sertifikasi Hutan dan Pengendalian Penebangan Liar di Indonesia, Samarinda: SMK Desa Putera, 2004.

Adinugroho, dkk, Panduan dan Pengendalian Hutan dan Lahan Gambut, Bogor: Westlands International, 2004.
Mukhlish, Moh. Fadli, Mustafa Lutfi, Hukum dan Kebijakan Lingkungan, Malang: UB Press, 2016.

Previous post POLITICAL SOVEREIGNTY MENGANTISIPASI KKB PAPUA YANG MENGGUNAKAN SENJATA API BUATAN AMERIKA SERIKAT DAN AUSTRALIA
Next post Ketidakadilan non manusia (alam) serupa dengan ketidakadilan terhadap perempuan (manusia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.