MENTALITAS INSTANISME MANUSIA TERHADAP ALAM

Bumi “Rumah Kita” Krisis Lingkungan
Penebangan Liar, Deforestasi, dan Kebakaran Hutan
Lingkungan hidup merupakan satu kesatuan keberadaan makhluk hidup di dalam suatu ruang dengan segala benda, daya, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi keberlangsungan hidupnya serta makhluk hidup lain (Ahmad Husain,2019:1). Berbagai fenomena dalam interaksi manusia dan lingkungannya sering terjadi ketidakseimbangan. Keuntungan sering hanya didatangkan demi kepentingan manusia saja tanpa mempertimbangkan makhluk hidup lain dan lingkungan disekitarnya. Hal itu dapat memberikan dampak yang buruk bagi semua komponen makhluk hidup dan lingkungannya.

Masalah yang paling mencemaskan manusia pada abad ke-21 ini, selain krisis ekonomi dan politik, adalah krisis lingkungan. Bencana lingkungan dapat terjadi di berbagai negara yang mengakibatkan kesengsaraan dan kematian pada makhluk hidup maupun manusia sendiri. Sebagaimana kebakaran hutan yang dalam skala besar dapat menimbulkan masalah yang cukup serius bagi manusia, baik disengaja maupun akibat kelalain.

Dampak dari kebakaran hutan sangatlah kompleks dimana terjadi kehilangan ekosistem antara makhluk hidup dan lingkungannya. Berbagai habitat satwa liar mengalami terancam punah karena lingkungan yang tidak memberikan kenyamanan dan kehidupan untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya. Selain itu masalah tersebut menciptakan polusi udara yang dapat mengganggu aktivitas penerbangan dan dapat menimbulkan penyakit bagi Kesehatan manusia. Di samping itu juga terjadi dampak langsung kebakaran bagi masyarakat yaitu hilangnya sumber mata pencaharian masyarakat terutama bagi mereka yang masih menggantungkan hidupnya pada hutan (berladang, beternak, dan berburu). Ada berbagai alasan kebakaran itu terjadi seperti konversi lahan (Adinugroho, dkk,2004:8) dimana kebakaran disebabkan oleh api yang berasal dari kegiatan penyiapan (pembakaran) lahan untuk pertanian, industri, pembuatan jalan, dan berbagai bangunan lainnya. Oleh karena itu di dalam UU No. 5 Tahun 1990 bab IV pasal 19, pemerintah dengan tegas melarangnya “Setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam”.

Previous post POLITICAL SOVEREIGNTY MENGANTISIPASI KKB PAPUA YANG MENGGUNAKAN SENJATA API BUATAN AMERIKA SERIKAT DAN AUSTRALIA
Next post Ketidakadilan non manusia (alam) serupa dengan ketidakadilan terhadap perempuan (manusia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.