MENTALITAS INSTANISME MANUSIA TERHADAP ALAM

Yanuarius Asan Berek
Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang

Mentalitas Instanisme menghilangkan Daya Kreativitas
Zaman modern merupakan zaman yang sudah mendunia dengan ditandai berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Atok Mitfachul Hudha,2019:1). Kemajuan kedua faktor tersebut memberikan sumbangsih besar dan turut mempengaruhi semua lini kehidupan manusia. Bila tidak ada kedua faktor itu maka suatu daerah ataupun negara akan menjadi terbelakang ketimbang daerah-daerah ataupun negara-negara lain. Di satu sisi kedua hal tersebut menjadi sarana bagi manusia untuk mengatasi berbagai polemik yang dihadapi bahkan mempermudah manusia menjalankan berbagai aktivitas dengan waktu yang pasti sesuai prinsip target akan tetapi perlu disadari pula di satu sisi faktor-faktor itu secara tidak langsung telah mengubah mindset dan periaku manusia. Sebagaimana teknologi dan ilmu pengetahuan mempengaruhi manusia melalaikan nilai integral antara manusia, alam semesta, dan makhluk hidup lainnya. Hal itulah yang seringkali menimbulkan krisis ekologi dimana hilangnya keseimbangan ekosistem.

Manusia saat ini memanfaatkan alam yang dianugerahi Sang Pencipta tanpa memakai standar atau suatu patokan. Sebagaimana manusia menggunakan alam secara rakus, merusak, mengotori tanpa bertanggung jawab dan memiliki kesadaran bahwa tindakan itu keliru. Hal itu lambat laun menyebabkan alam tak lagi berkualitas, berbagai spesies punah, degradasi lingkungan alam, dan berbagai pencemaran menjadi problem menyita perhatian manusia. Di sini dapat diindikasikan bahwa muncul tuduhan manusia menjadi titik pangkal semua permasalahan. Manusia telah berubah menjadi musuh utama alam dan makhluk lain yang menimbulkan aneka konflik lingkungan.

Previous post POLITICAL SOVEREIGNTY MENGANTISIPASI KKB PAPUA YANG MENGGUNAKAN SENJATA API BUATAN AMERIKA SERIKAT DAN AUSTRALIA
Next post Ketidakadilan non manusia (alam) serupa dengan ketidakadilan terhadap perempuan (manusia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.