MENEROPONG KEPANTASAN PEMBERLAKUAN PEMBELAJARAN ONLINE BAGI SEKOLAH DENGAN KUALITAS SERTA AKSES PENDIDIKAN YANG RENDAH

Pendidikan sejatinya adalah modal dasar bagi setiap untuk hidup mandiri dan meneruskan keberlangsungan Bangsa serta Negara. Pendidikan perlu dipahami dan dipraktekkan karena pendidikan berfungsi sebagai alat mempersiapkan sumber daya yang berkualitas baik, sebagaimana yang dikemukakan oleh Chotimah, Bernard, & Wulandari, (2018) bahwa “Education is very important to prepare qualified human resources and to complete in the development of science”.

Namun, bagaimana mungkin fungsi pendidikan tersebut dapat tercapai jika perangkat pendukung pendidikan belum tersedia dengan baik. Kenyataan ini dapat dilihat di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu Provinsi yang ada di Indonesia. Provinsi yang terkategori sebagai provinsi termiskin ke tiga di Indonesia ini, sejak dulu juga sudah dikategorikan memiliki kualitas dan akses pendidikan yang rendah. Kualitas serta akses yang pendidikan yang rendah di NTT menurut Kennedy, dkk (2019) meliputi;

  • Terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan: kekurangan sarana penunjang seperti perpustakaan, ruang serba guna, laboratorium, dan ruang olahraga; Gedung-gedung sekolah perlu mendapat perbaikan dengan segera karena sebagian besar kondisinya sudah tidak layak untuk digunakan dalam proses belajar mengajar; Kekurangan buku-buku penunjang kelancaran proses belajar mengajar sehingga peserta didik kurang mendapatkan buku-buku sebagai bahan referensi.
  • Tenaga pendidik, yaitu: Kekurangan guru yang berkualitas untuk tiap mata pelajaran; Kualitas guru belum memadai
  • Peserta didik, yaitu: Terbatasnya kemampuan masyarakat dalam membiayai pendidikan anak-anaknya. Tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat perbatasan di pedalaman dan pulau-pulau kecil terluar dalam membiayai pendidikan anak-anaknya sangat rendah karena penghasilan yang didapat juga rendah. Sedangkan di sisi lain, pendidikan memerlukan biaya yang besar dan kontinu setiap waktunya, Akibatnya anak-anak usia sekolah sering lebih diberdayakan oleh orang tuanya untuk membantu pekerjaannya untuk menghasilkan uang agar perekenomian keluarga terbantu; dan Kemampuan dan keterampilan siswa masih jauh dari yang diharapkan. Karena keterbatasan fasilitas dan tenaga pendidik yang kurang menyebabkan adanya kesenjangan kemampuan dan keterampilan
  • Manajemen sekolah, yaitu: Pengelolaan sekolah masih belum optimal; dan Kurangnya keterampilan dan pengetahuan dalam mengelola sekolah
  • Peran serta masyarakat, yaitu belum optimalnya peran serta masyarakat dalam mengembangkan partisipasi untuk meningkatkan kinerja sekolah.
Previous post Potret pendidikan new normal
Next post Dua Ruang Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.