MEMBACA PENDIDIKAN INDONESIA

Pada era ini perkembangan dunia di berbagai bidang terjadi begitu pesat. Salah satunya di bidang pendidikan yang mengalami perkembangan ke arah yang lebih baik sehingga patut diapresiasi pula sebagai keberhasilan dari dunia pendidikan itu sendiri. Sebuah negara yang maju tentu tidak terlepas dari sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya mausia yang berkualitas tentu dipengaruhi oleh faktor pendidikan mengingat pendidikan merupakan proses dimana seseorang dapat menemukan jati diri dan mengenali potensi diri. Selanjutnya pendidikan mampu membuat seorang tersebut mengolah dan menggali potensi-potensi yang ada pada dirinya untuk menjadikan manusia itu sebagai pribadi yang cerdas dan kaya akan ilmu pengetahuan. Jika digambarkan menggunakan istilah dari judul buku Paul Freire yang dikutip dari majalah Basis edisi Januari sampai dengan Februari 2001 dinyatakan bahwa “Pendidikan Sebagai Praktik Pembebasan”.

Pertanyaannya pembebasan seperti apa yang dimaksud? pendidikan sebagai pembebasan berarti setiap individu harus terbebaskan dari belenggu kebodohan, serta mampu menemukan titik sadar individu dalam dirinya sendiri. Individu memiliki kuasa atas dirinya sendiri dan mampu melahirkan pemikiran-pemikiran kritis yang mendorong manusia secara sadar menjadi agen perubahan sosial serta mengingatkan manusia dari bahaya-bahaya perkembangan zaman itu sendiri

Definisi pembebasan dari pendapat tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara menyebutkan bahwa pendidikan berarti memelihara hidup tumbuh ke arah kemajuan, tidak boleh melanjutkan keadaan kemarin menurut alam kemarin. Pendidikan yang pada dasarnya adalah usaha kebudayaan berasas peradaban bertujuan untuk memajukan hidup agar mempertinggi derajat manusia (Nata, 2014; 82). Dengan demikian maka setiap orang atau individu memiliki hak penuh untuk berpartisipasi dalam pembebasan sebagai subjek bukan objek, sebagaimana merujuk pada pemikiran Freire bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam upaya pembebasan maka pendidikan tidak sekedar mentransfer ilmu pengetahuan seperti yang digambarkan dalam film “3 Idiot” yang merupakan salah satu film kritik tentang dunia pendidikan baik pendidikan global maupun nasional (Indonesia) yang sekedar memacu murid mendapatkan nilai bagus sebagai bekal bekerja guna mendapatkan kekayaan tanpa peduli terhadap potensi-potensi lain yang ada dalam diri pelajar.

“3 Idiot” juga menggambarkan suatu iklim atau budaya masyarakat dimana status sosial merupakan hal yang paling utama dari sebuah proses kehidupan. Gelar Ir menjadi ukuran tinggi rendahnya derajat seseorang dipandang dalam masyarakat. Masyarakat berlomba-lomba untuk menyekolahkan anak mereka hanya agar status sosial mereka dipandang dan mengabaikan potensi yang ada dalam diri anak mereka. Meskipun demikian Film “3 Idiot” lebih menyorot sistem pendidikan yang kaku dan sangat tekstual. salah satunya digambarkan melalui adegan dimana tokoh utama Rancho yang ketika ditanya oleh profesor tentang pengertian mesin, kemudian Ia menjawab dengan definisi berdasarkan pemikirannya sendiri tanpa merujuk pada buku, namun memiliki pengertian yang sama tentang mesin, mengakibatkan Rancho dikeluarkan dari kelas.

Previous post Bumiku tak sedang baik,
Next post BEING A WINNER MEANS BEING A GOOD LOSER Collen Francis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.