MAKA PANJANGLAH LENGKING TAWA IBUKU

“Kau tahu kan, nak, banyak teman ayahmu akan datang malam ini. Mereka itu orang-orang bijaksana, pemimpin di wilayahnya masing-masing. Kau harus menampilkan yang terbaik. Jangan mempermalukan ibu dan ayahmu.”
“Tapi aku tak bisa, ibu. Di depan orang-orang bijaksana seperti mereka pasti aku akan banyak kali salah tingkah dan akhirnya membikin malu ibu dan ayah. Aku tak mau merusak kebahagiaan ayah.”
“Tidak, Salome! Kau harus menari. Persembahkan ini sebagai hadiah terindahmu untuk ulang tahun ayah. Kau tak mau menyedihkan hatinya kan? Makanya hiburlah dia dan para tamu bijaksana itu dengan tarianmu. Ibu yakin mereka pasti tertarik dan akan memujamu.”
“Tapi ibu…”
“Ah sudahlah. Siapkan dirimu, pesta akan segera dimulai. Berikan yang terbaik dan jangan mengecewakan ayahmu. Ingat, mereka itu tamu kehormatan, orang-orang bijaksana.”
***
Sebenarnya aku suka, juga cukup hebat menari. Aku telah belajar sekian lama dibawah pengasuhan seorang pelatih tari yang hebat. Namun aku memang merasa sedikit gugup, sebab kali ini aku harus tampil di depan para pemimpin kota-kota tetangga. Mereka itu orang-orang bijaksana yang disanjung karena kharisma, kekuasaan dan kewibawaan. Aku gelisah, sebab jangan sampai mereka mampu melihat tembus ke hatiku dan memberikan penilaian yang tak berimbang tentang diriku.
Semuanya ini memang bermula dari ibu. Ia yang memintaku untuk menari. Namun walaupun agak kesal, aku tetap harus mempersiapkan diri. Penampilanku ini juga nantinya akan sangat berpengaruh bagi kemungkinan perjodohan aku dengan anak-anak para pemimpin kota-kota tetangga itu. Aku harus memberikan yang terbaik, demi masa depanku, demi permintaan ibuku dan terutama demi kehormatan ayahku.
Sebenarnya ia bukan ayah kandungku. Sebelum ini ibuku telah menikah dengan Filipus dan aku terlahir sebagai anak mereka. Namun entah bagaimana ceritanya, ibu kemudian meninggalkan Filipus dan menikah dengan ayahku yang sekarang. Ibuku sebenarnya menikahi dua orang pamannya sendiri, sebab Aristobulos, ayah dari ibuku, adalah saudara tiri dari ayah kandungku dan ayahku yang sekarang.
Iya, bahkan ayah kandungku dan ayahku yang sekarang masih mempunyai hubungan kekeluargaan sebagai saudara tiri. Ayah mereka, Herodes Agung memang mempunyai banyak istri. Ayah kandungku lahir dari istri kedua Herodes Agung bernama Mariamme II, sedangkan ayah yang sekarang lahir dari istri ketiganya bernama Malthace.
“Baiklah tuan-tuan yang terhormat. Selamat menikmati hidangan yang telah ada. Ini pesta kita, bersukacita dan bersenang-senanglah bersama aku. Hahahaha.”
Suara ayah yang bulat dan keras itu sampai ke telingaku di kamar. Maka aku bergegas menuju tempat perjamuan, dan duduk bersama ibu. Ruangan itu telah disulap menjadi tempat pesta yang mempesona. Domba-domba tambun telah dibantai, buah-buah terbaik telah disiapkan, anggur terenak telah memenuhi guci-guci, musik terbaik telah dimainkan dengan merdunya. Malam ini, Macherus telah dipenuhi suasana kecemerlangan.

Previous post 3 cara yang perlu dilakukan untuk meningkatkan semangat diri
Next post Hoax, 3 Orang Warga Leuntolu Dikabarkan Melarikan Diri Dari Bandara Haliwen Saat Hendak Dikarantina Petugas.