MAAF NAK, MAMA TERLALU CEPAT MENYERAHKAN KEHORMATAN!!!

Ken yang memujanya selama dua tahun, berakhir menjijikkan dengan mencintai Kiara dalam ikatan perselingkuhan selama dua bulan empat hari tiga belas jam. Kiara yang juga bersahabat dengan Maudy sejak kecil berhasil menorehkan luka batin bagi Maudy selama dua bulan menjalin hubungan rahasia dengan Ken di belakang Maudy.

Kekesalan seketika menyelimuti batin Maudy, ia hanya bermandikan duka saat mendengarkan lagu kepedihan yang terngiang merdu di telinganya. Ken terlalu tega meninggalkan ia dan bayi dalam kandungannya yang semakin hari semakin besar. Bayi buah cintanya dengan Ken itu sepertinya akan menjadi bumbu duka tambahan bagi kehidupannya. Bayi itu seakan menjadi bunga penjemput kematian bagi dirinya. Ia perlahan menyesal menyerahkan kehormatan dirinya pada bajingan busuk seperti Ken. Jiwanya seakan mati, mata batinnya seolah ingin tertutup saja, membayangkan bagaimana nasib dirinya dan bayi hasil kemesraannya dengan Ken itu. Dunia menjadi tempat gelap yang tak bersahabat, dunia menjadi terlalu menyakitkan untuk Maudy saat ini. Ia tak yakin bisa hidup dengan baik, ia tak yakin mampu menghadapi kenyataan-kenyataan pahit lainnya yang mungkin menjemputnya besok.

Maudy tak mengerti mengapa segampang itu dulu bercinta, Maudy mulai bingung mengapa dulu terlalu percaya pada Ken. Ken ada saat ia merayakan kebahagiaan dan menghilang saat keburukan mengetuk pintu kehidupannya. Hidup berjalan seperti ratu ego yang bertindak semaunya. Ken hanya siap mengambil peran saat ia senang dan memilih pergi saat ia hancur. Rasanya ia tak mungkin lagi menghadapi hari esok, rasanya Maudy ingin mengakhiri hidupnya. Ia membaringkan dirinya di atas kasur lalu kembali lebur dalam tangis, rasanya ia belum mampu menjadi seorang ibu. Memikirkan nasib bayi dalam kandungannya membuat ia semakin terpuruk. Rasanya ia belum siap mengemban tanggungjawab untuk menghidupi dua kepala. Dalam sedihnya Maudy berbisik lirih, “Maaf nak, mama terlalu murah untuk jatuh cinta. Maaf nak, mama terlalu cepat menyerahkan kehormatan”.

Tentang penulis
Beatrix Yunarti Manehat, Lahir di Boronubaen, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kota Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Beatrix telah menyelesaikan pendidikan S1 Akuntansi di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dan S2 Akuntansi di Universitas Brawijaya Malang pada 2019, Ia juga mendirikan Melki n Beatrix (MnB) Foundation pada 14 Desember 2014 dan bergerak di bidang pendidikan. Ia juga menaruh minat pada dunia sastra, dan telah terbitkan 3 Novel.

Previous post Membawa Injil Kehidupan Kembali ke Papua
Next post ROH PERENGGUT ITU DIPANGGIL KEKERASAN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.