Ketidakadilan non manusia (alam) serupa dengan ketidakadilan terhadap perempuan (manusia)

Dalam hal lain selain aktivitas manusia yang menebang hutan sembarang, lalu pada akhirnya menyebabkan ketidakstabilan oksigen, ada pun kebakaran hutan. Penyebab kebakaran hutan bisa terjadi karena berbagai faktor. Kebakaran hutan menjadi penyebab paling umum deforestasi global (Deforestasi merupakan fenomena yang normal terjadi dalam proses pembagunan). Kebakaran hutan dapat menyebar dengan kecepatan berbeda, tergantung pada vegetasi (Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat), kondisi, cuaca, fitur fisik. Penyebab kebakaran hutan dapat dikatakan atau secara umum terjadi karena faktor alam atau kelakuan manusia.

Istilah antropogenik menunjuk pada suatu efek atau objek yang dihasilkan dari aktivitas manusia atau merupakan kekeringan yang terjadi karena ulah manusia. Istilah ini pertama kali digunakan dalam pengertian teknis oleh ahli geologi Rusia Alexey Pavlov , dan pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris oleh ahli ekologi Inggris Arthur Tansley mengacu pada pengaruh manusia pada komunitas tumbuhan klimaks . Ilmuwan atmosfer Paul Crutzen memperkenalkan istilah ” Antroposen ” pada pertengahan 1970-an. Istilah ini kadang-kadang digunakan dalam konteks polusi yang dihasilkan dari aktivitas manusia sejak awal Revolusi Pertanian Agrikultural tetapi juga berlaku secara luas untuk semua dampak besar manusia terhadap lingkungan. Banyak tindakan yang diambil oleh manusia yang berkontribusi terhadap lingkungan yang panas berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dari berbagai sumber, seperti: listrik, mobil, pesawat, pemanas ruangan, manufaktur, atau perusakan hutan.

Previous post MENTALITAS INSTANISME MANUSIA TERHADAP ALAM
Next post Pandemik dan Pergulatan Eksistensi Manusia Dalam Eksistensialisme Kierkegaard

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.