Alkohol dan Tembakau Merupakan Gaya Hidup Terburuk

Kebiasaan Gaya Hidup Terburuk: Alkohol dan Tembakau

Para dokter masih sangat bergantung pada operasi pembedahan dan obat-obatan, dan sepertinya tidak banyak di antara mereka yang berusaha untuk mencoba meningkatkan kesadaran pasien mereka akan kebiasaan makan yang baik, walaupun sudah dite rima secara luas bahwa kanker, penyakit jantung, diabetes, dan banyak penyakit lain sangat berhubungan dengan makanan.

Namun, bahkan jika kebiasaan makan seseorang sangat baik itu saja tidak dapat sepenuhnya mencegah orang itu menderita beberapa penyakit karena selain makanan, ada banyak faktor lain dalam hidup yang dapat menguras enzim pangkal. Selain makanan yang sesuai, sebaiknya secara sadar menyingkirkan kebiasaan-kebiasaan buruk lainnya untuk melindungi kesehatan diri sendiri.

Yang terburuk dari kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut adalah alkohol dan tembakau. Alasan terbesar keduanya dianggap terburuk adalah, keduanya menyebabkan kecanduan, dan banyak orang yang tidak dapat melewatkan satu hari saja tanpa mengonsumsi minuman keras atau merokok.

Baca juga: Jenis Makanan dengan Karbohidrat Kompleks yang Dibutuhkan Tubuh

Orang yang merokok memiliki warna kulit keabu-abuan yang khas. Kulitnya menjadi kelabu karena pembuluh-pembuluh darah kapiler menyempit serta mencegah oksigen dan nutrisi disebarkan ke sel-sel, hasil pembuangan dan pembusukan juga tidak dapat dikeluarkan dari tubuh. Dengan kata lain, perubahan warna kelabu tersebut adalah akibat racun yang terakumulasi dalam sel-sel kulit.

Jika membicarakan bahaya rokok, biasanya hanya terfokus pada tar yang menumpuk di paru-paru. Namun, satu hal yang juga sama serius dan berbahaya bagi tubuh adalah penyempitan pembuluh kapiler di seluruh tubuh.

Jika cairan tidak dapat mengalir, nutrisi yang dibawa dalam cairan tersebut juga tidak dapat mencapai beberapa bagian tubuh. Terlebih lagi, sisa hasil pembuangan, yang seharusnya diekskresikan, tidak dapat dikeluarkan dari dalam tubuh. Sebagai akibatnya, hasil pembuangan menumpuk dan membusuk, serta menghasilkan racun. Warna “kehitaman” yang muncul di kulit sangat mudah dilihat, tetapi pada kenyataannya, hal yang sama juga terjadi di dalam tubuh, terutama pada bagian-bagian yang terhubung pada ujung-ujung pembuluh kapiler.

Baca juga: 5 Tips Hidup Bahagia

Pembuluh darah orang yang mengonsumsi alkohol sering menyempit seperti halnya seseorang yang merokok setiap hari. Sebagian orang mengatakan bahwa sedikit alkohol dapat melonggarkan pembuluh darah sehingga meningkatkan sirkulasi darah. Tergantung dari jenis alkohol yang dikonsumsi, pembuluh darah hanya dapat melonggar selama sekitar 2-3 jam.

Sesungguhnya, “pelonggaran pembuluh darah” ini pada akhirnya menyebabkan pembuluh darah menyempit. Saat mengonsumsi alkohol, pembuluh darah akan tiba tiba melebar. Namun sebagai reaksinya, tubuh berusaha untuk meng antisipasinya dengan membuatnya menyempit. Jika pembuluh darah menyempit, makanan bernutrisi dan hasil pembuangan tidak dapat diserap atau diekskresikan sehingga menyebabkan masalah yang sama seperti yang disebabkan oleh rokok.

Dengan cara ini, alkohol dan tembakau menimbulkan sejumlah besar radikal bebas dalam tubuh. Dan, yang menetralisasi radikal bebas itu adalah zat antioksidan SOD dan enzim-enzim antioksidan seperti katalase, glutation, dan peroksidase. Telah diketahui secara umum bahwa jika Anda sering merokok, sejumlah besar vitamin C menjadi hancur karena vitamin C adalah salah satu zat antioksidan.

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Otak

Enzim antioksidan dalam jumlah besar digunakan untuk menetralisasi radikal bebas. Walaupun radikal bebas juga ditimbulkan oleh berbagai faktor dalam kehidupan sehari-hari yang berada di luar kendali kita-seperti gelombang elektromagnetik dan polusi lingkungan-orang-orang juga secara sengaja masih mengonsumsi hal-hal yang berada dalam kendali mereka, seperti tembakau dan alkohol. Jika radikal bebas dalam jumlah besar dihasilkan, berarti enzim pangkal yang berharga juga terkuras.

Enzim akan habis jika seseorang terus menggunakannya dengan cepat, sama seperti seseorang akan sangat cepat berutang banyak jika terus menggunakan kartu kredit tanpa pernah membayarnya.

Mengikuti menu makan yang baik dan menjalankan kebiasaan-kebiasaan baik sama halnya dengan menabung secara teratur. Jika setiap hari terus membelanjakan uang dalam jumlah besar, maka akan menimbun utang yang mengerikan. Pada akhirnya akan dikejar oleh para penagih, dan dalam dunia enzim, ini berarti orang itu akan jatuh sakit. Jika terus membelanjakan uang tanpa menyingkirkan utang, akhirnya akan pailit. Dalam bidang kesehatan, kebangkrutan ini memiliki arti lebih serius daripada kebangkrutan finansial. Hasilnya adalah kematian.

Baca juga: Masker Alami, Aman Untuk Cerahkan Wajah

Menyembuhkan Sindrom Sleep Apnea dengan Kebiasaan

Banyak kebiasaan sehari-hari yang dapat menyebabkan penyakit. Namun beberapa penyakit dapat disembuhkan jika kebiasaan sehari-hari sedikit diubah. Salah satu contohnya adalah sleep apnea atau apnea tidur, yaitu suatu sindrom yang banyak menarik perhatian belakangan ini.

Sindrom sleep apnea adalah suatu penyakit saat pernapasan terhenti berkali-kali saat tidur. Saat seseorang tidur, otot-ototnya melemas. Ketika seseorang tidur telentang, pangkal lidah orang tersebut mengendur ke bawah sehingga menyebabkan saluran perna pasan menyempit. Orang-orang yang menderita sleep apnea mengalami penyempitan saluran pernapasan yang parah, dan karena saluran pernapasan mereka menutup sementara, napas pun terhenti. Mereka merasa tercekik saat napas berhenti, maka mereka pun terbangun berkali-kali dalam semalam. Oleh karena kekurangan tidur, mereka menjadi sangat mengantuk atau tidak dapat berkon sentrasi pada siang hari.

Kelainan ini tidak akan menyebabkan kematian karena tercekik saat tidur. Namun, selain menurunkan fungsi kekebalan dan metabo lisme tubuh, kurang tidur menyebabkan sistem peredaran darah terbebani dan meningkatkan probabilitas penyakit jantung atau stroke hingga tiga atau empat kali lipat sehingga menjadikan penyakit ini mengerikan.

Sebanyak 70%-80% pasien yang menderita penyakit ini menderita obesitas. Pada awalnya, diduga obesitas menyebabkan sleep apnea karena menyebabkan saluran pernapasan menyempit, tetapi penelitian lebih lanjut menunjukkan tidak adanya keterkaitan langsung.

Ada tiga klasifikasi sleep apnea antara lain
1 “Apnea obstruktif terjadi ketika saluran pernapasan tersumbat.
2 “Apnea sentral” terjadi ketika aktivitas pusat pernapasan di otak menurun dan
3 “Apnea campuran”-gabungan dari kedua jenis pertama.

Sebenarnya, ada satu penyembuhan yang mudah untuk “sleep apnea obstruktif”, yaitu yang paling umum terjadi di antara ketiganya. Penyembuhannya adalah dengan menghindari memasukkan apa pun ke dalam perut empat atau lima jam sebelum tidur. Singkatnya, untuk menyembuhkan sleep apnea, pergilah tidur dengan perut kosong.

Tenggorokan manusia dirancang sedemikian rupa agar tidak ada yang dapat masuk ke dalamnya selain udara. Namun, jika makanan masih ada di dalam lambung sebelum tidur, isi lambung tersebut akan meluap naik dari lambung menuju kerongkongan saat sesorang merebahkan diri.

Saat hal ini terjadi, tubuh menyempitkan saluran pernapasannya dan menghentikan pernapasan untuk mencegah isi lambung memasuki tenggorokan.

Fakta bahwa sebagian besar orang yang menderita sleep apnea juga menderita obesitas sejalan dengan hipotesis saya. Jika seseorang makan tepat sebelum tidur pada malam hari, insulin dalam jumlah besar akan disekresikan. Namun, jika mengonsumsi karbohidrat atau protein, insulin mengubah semuanya menjadi lemak. Oleh karena itu, berat badan jauh lebih mudah meningkat jika makan larut malam walaupun tidak menyantap apa pun yang “menggemuk kan”. Dengan kata lain, seseorang tidak menderita sindrom sleep apnea karena kegemukan, tetapi sebenarnya, kebiasaan makan tepat sebelum tidurlah yang menyebabkan sindrom sleep apnea dan juga obesitas.

Ada sebagian peminum yang memiliki kebiasaan menenggak “minuman malam” sebelum tidur, dan menganggapnya lebih baik daripada menelan obat tidur, tetapi hal ini juga berbahaya. Orang itu mungkin merasa, minuman itu membuatnya lebih mudah tertidur, tetapi kenyataannya, napasnya cenderung lebih mudah terhenti berkali-kali sehingga berakibat menurunnya kadar oksigen dalam darah. Hal ini menyebabkan otot jantung kekurangan oksigen dan bagi orang-orang yang mengidap arteriosklerosis atau penyempitan arteri koroner, keadaan ini dapat menyebabkan kematian.

Penyebab banyak orang yang meninggal akibat serangan jantung pada dini hari atau infark miokardial sesungguhnya adalah asam yang mengalir balik sebagai akibat dari makan atau minum larut malam, dan berakhir pada tertutupnya saluran pernapasan tidak teratur, berkurangnya kadar oksigen pernapasan dalam darah, dan akhirnya, kurangnya persediaan oksigen menuju otot jantung.

Risiko mengalami hal ini meningkat jika alkohol dikonsumsi bersama-sama dengan makanan sebelum tidur karena saat seseorang minum alkohol, pusat pernapasan mereka tertekan sehingga semakin banyak mengurangi kadar oksigen dalam darah. Bagi orang-orang yang hanya memiliki sedikit enzim untuk menguraikan alkohol, alkohol bertahan lebih lama dalam darah, maka mereka harus lebih berhati-hati.

Terlebih lagi, ada sebagian orang yang memberikan susu hangat bagi anak-anak mereka sebelum tidur untuk membantu tidur lebih nyenyak, tetapi ini juga bukan ide yang baik. Bahkan jika anak-anak makan malam sekitar pukul 6 sore, mereka masih menyimpan makanan dalam lambung saat pergi tidur karena mereka tidur lebih awal daripada orang dewasa. Jika, ditambah lagi, memaksa mereka minum susu, aliran balik lebih mudah terjadi. Sebagai akibatnya, napas menjadi tidak teratur, terkadang bahkan terhenti sesaat, dan saat si anak menarik napas panjang, ia menghirup susu, yang dengan mudah dapat menyebabkan alergi. Malahan, ini menjadi salah satu penyebab asma pada anak-anak.

Walaupun masih harus dibuktikan, menurut data penelitian yang dikumpulkan dari pasien-pasien saya, saya menemukan bahwa banyak penderita asma kanak-kanak disuruh pergi tidur segera setelah makan atau diberi susu sebelum tidur saat mereka kecil.

Untuk mencegah berbagai penyakit seperti asma pada anak anak, sindrom sleep apnea, infark miokardial, dan serangan jantung, yang diperlukan hanyalah membentuk kebiasaan pergi tidur dengan perut kosong. Namun, jika tidak dapat menahan rasa lapar pada malam hari, makanlah sedikit buah segar yang banyak mengandung enzim sekitar satu jam sebelum waktu tidur adalah pilihan terbaik.

Enzim yang terdapat dalam buah sangat mudah dicerna dan mengalir dari lambung menuju usus dalam 30 40 menit. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir mengalami aliran balik setelah merebahkan diri, asalkan pergi tidur sekitar satu jam setelah menyantap buah tersebut.

Beberapa Fakta tentang Sleep Apnea.

Suatu penyakit saat pernapasan terhenti berkali-kali saat tidur. 6 Terjadi penyempitan saluran pernapasan yang parah.

Sleep apnea obstruktif terjadi ketika saluran pernapasan tersumbat.

Sleep apnea sentral terjadi ketika aktivitas pusat pernapasan di otak menurun.

Sleep apnea campuran terjadi ketika aktivitas pusat pernapasan di otak menurun dan saluran pernapasan tersumbat.

Tidur dengan perut kosong mencegah dan menyembuhkan sleep apnea.

Penderita obesitas sering mengidap sleep apnea.

Biasakan pergi tidur malam hari dengan perut kosong.

Artikel ini merupakan review ulang dari salah satu sub bab dari buku The Miracle Of Enzhime oleh Hiromi Shinya, MD

Editor: Barros

Sesi latihan terakhir jelang laga Real Sociedad Previous post Sesi latihan Terakhir Real Madrid Jelang laga Melawan Real Sociedad
Next post Tahukah Anda Jika Minum Susu Berlebihan Menyebabkan Peradangan ?

Tinggalkan Balasan

Social profiles