KATEKESE IMAN BAGI REMAJA Sebuah refleksi iman bagi remaja Katolik di Era Pandemi dan cara mengatas

Oleh Felix Natu S.Fil.M.Fil

Putera malaka alumni pasca sarjana stft wydia sasana malang

Pendahuluan

Siapa Itu Remaja

Remaja merupakan masa  mencari identitas diri. Pada masa ini kaum remaja bingung dalam menentukan pilhan karena masa ini merupakan masa peralihan antara anak dan dewasa. Sebelum membahas lebih jauh tentang remaja serta persiapaan remaja dalam mendewasakan iman dalam pergaulan mereka dalam masa remaja terlebih dahulu kita mengenal siapa itu Remaja? Mengapa Remaja itu memiliki sikap khas sendiri? Apa yang menyebabkan sehingga remaja sering dikatakan masa peralihan? Tentu juga banyak perubahan setelah pandemi-covid 19.

Kata remaja berasal dari kata asing  Puberteit  dari Bahasa Belanda, bahasa Latin: Adolescentia, dan Inggris Youth. Semua ini dalam bahasa Indonesia dartikan Pubertas atau Remaja.[1] Pubertas diartikan sebagai kelaki-lakian, kedewasaan yang dilandasi oleh sifat dan tanda-tanda kelaki-lakian. Sementara kata Adulescentia ada pemabatasan umur yakni antara 17- 30 tahun.[2]

Berdasarkan arti dari remaja maka pada masa ini, para remaja memiliki kriteria dan batasan umur yang berbeda-beda. Misalnya, Puberteit masa umur dari 12- 16 tahun. Pengertian pubertas berupa ada perubahan fisik dan psikis seperti halnya pelepasan diri dari ikatan emosional dengan orang tua dan pembentukan rencana hidup dan sistem nilai sendiri.  Perubahan pada masa pubertas ini menjadi hal yang disoroti dalam perubahan yakni lingkungan dan relasi bersama keluarga.

Previous post Sense of Crisis and Sense of Compassion COVID 19 di Tengah Banalitas dan Alteritas Putera-Puteri Bangsa
Next post SUBSTANSI PERPUSTAKAAN DALAM ESENSI BUDAYA LITERASI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.