Kasus Covid Bertambah, Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Rumah Sakit Khusus Pasien Covid

Dilansir dari situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Adanya peningkatan kasus konfirmasi COVID-19 yang cukup signifikan. Berdasarkan pemantauan tim Kesehatan per hari ini Kamis, 24 Juni 2021, yang dilaporkan konfirmasi positif COVID-19 ada 20.574 kasus, dengan total kasus aktif 171.542.

Jumlah tersebut juga berimbas pada ketersediaan tempat tidur bagi pasien Covid-19 agar tetap terjagam.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi Civid-19  Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmazi, tingginya kasus positif Covid-19 menyebabkan keterisian tempat tidur di rumah sakit juga mengalami peningkatan. Per tanggal 24 Juni 2021 sudah tersedia 94.420 tempat tidur untuk isolasi maupun ruang perawatan untuk kasus infeksi.

“Kita melihat di Yogyakarta dan di Jawa Tengah itu sudah mencapai 85%, di Banten itu 87%, dan di DKI Jakarta itu mencapai 90%,” kata dr. Nadia dikutip dari situs resmi kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kemenkes.go.id pada Jumat, 27/06/2021.

Melihat keadaan tersebut, terutama di daerah Jakarta dan sekitarnya, maka Kementerian Kesehatan menunjuk 3 rumah sakit vertikal yang berada langsung di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan untuk dikhususkan sebagai RS perawatan pasien COVID-19.

3 RS tersebut antara lain RSUP Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso, dan RSUP Persahabatan.

”Diharapkan dengan mengkonversi ketiga rumah sakit itu menjadi rumah sakit yang memberikan pelayanan kasus COVID-19 ini akan membantu menambah persediaan tempat tidur,” ucap dr. Nadia.

Sementara itu, masih dari halam yang sama pada situs Kemeterian Kesehatan. Direktur Utama RSPI Sulianto Saroso dr. Mohammad Syahril mengatakan ketersediaan tempat tidur di RSPI Sulianti Saroso hingga hari ini rasionya 100% dengan beban 96%.

Pihaknya akan menambah 100 tempat tidur yang diawali dengan penambahan 24 tempat tidur sejak tanggal 12 juni. Selanjutnya direncanakan akan menambah 45 tempat tidur sehingga jadi 145 tempat tidur hingga pertengahan Juli 2021.

”Dengan penambahan ini maka perlu diiringi dengan penambahan SDM maupun penambahan Alkes dan sarana prasarana lain. Total tenaga yang dibutuhkan sebanyak 80 perawat dan 2 dokter spesialis dari radiologi dan rehabilitasi medik,” kata dr. Syahril.

Apabila terjadi penumpukan di IGD, tambah Syahril, pihaknya sudah menyiapkan tenda bantuan dari BNPB untuk mengurai pasien yang ada di IGD.

Pewarta; Andrea

Editor; Nadi

Previous post KASIH DIPERJUANGKAN DALAM KOMUNITAS
Next post POLITICAL SOVEREIGNTY MENGANTISIPASI KKB PAPUA YANG MENGGUNAKAN SENJATA API BUATAN AMERIKA SERIKAT DAN AUSTRALIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.