Pernah ditikung dan dia memilih sang penikung? Tinggalkan Mereka, Kamu Pantas Bahagia!

Pernah gak sih kamu berada di posisi sedang sayang-sayangnya lalu kamu ditinggal? Lagi mabuk asmara lalu ditikung? Sedang sakit karena ditikung, eh si dia memilih sang penikung. Pernahkah kamu berada di situasi sulit ini? Ah, apa kamu sungguh pernah merasakannya? Rasanya pasti menyakitkan. Hatimu akan bermandikan peluh dan darah sekaligus saat pasanganmu malah memilih sang penikung. Dengan gagah berani si dia mendeklarasikan untuk meninggalkanmu dan memilih menggenggam tangan sang penikung. Wah jika kamu berada di posisi ini maka tepuk tangan apresiasi untuk kekuatanmu.

Tangis jelas akan menjadi reaksi utamamu saat kejadian pahit itu menyapa. Hati yang teriris sembilu juga pasti mendekapmu erat tanpa ada keinginan untuk meninggalkanmu. Pikiranmu tentu akan berlari kesana kemari mencari tahu, apa alasan yang logis sehingga kamu ditikung dan kekasihmu malah memilih sang penikung? Memorimu tentu membongkar kembali album kisah lama dan mencaritahu, mengapa kejadian ini menimpamu? Kamu pasti tertekan, syok bahkan larut dalam kesedihan karena merasa dikhianati.

Wajar untuk menangis, wajar pula untuk menyalahkan dirimu dan tentu menghakimi mereka yang merenggut kebahagiaanmu. Sangat wajar merasa dikhianati, jika kamu berada di posisi itu. Menangislah, ya kamu memang perlu menangis. Meluapkan isi hatimu yang meronta ingin disampaikan. Meluapkan amarah, kekesalan dan kekecewaan yang memaksa ingin tersalurkan. Jika melihat sang penikung menang, maka kamu perlu bersedih di awal karena kebahagiaanmu jelas sedang dicabik. Kekasihmu yang memilih pergi juga perlu kamu tangisi karena kamu tak mampu menciptakan kenyamanan baginya.

Namun, sesedih-sedihnya kamu jangan sampai larut dan tak bangkit. Jangan sampai menangis hingga tak tahu apa fungsi air mata yang kamu keluarkan. Secukupnya saja, tangisi kehilanganmu, luapkan amarah serta kekesalanmu karena dikhianati sang penikung dan kekasihmu. Tangisilah secukupnya saja, lalu kumpulkan semua kemungkinan yang menyebabkan kejadian pahit itu menimpamu. Evaluasilah dirimu dan juga hubunganmu. Petakan dengan otak dingin apa yang menjadi penyebab semuanya. Setelah itu, berusalah tenangkan dirimu. Jika kekasihmu memilih sang penikung maka biarkan si dia dan sang penikung menjalani hari mereka. Walau itu sakit untuk merelakan, namun kamu sedang membebaskan dirimu di saat yang bersamaan.

Akan lebih baik kamu merelakan mereka, daripada terus mengharapkan si dia yng sebenarnya sudah tak lagi memiliki api asmara di dadanya untukmu. Jika dia memilih meninggalkanmu dengan cara yang tak pantas, yakini saja bahwa memang ia pengecut yang tidak mampu bertanggungjawab atas pilihannya. Atau kamu juga bisa berpikir bahwa dia tidak tahu bagaimana harus mengucapkan selamat tinggal dan sang penikung membantunya dengan sangat baik untuk berpaling. Yakini pula bahwa sang penikung sedang sangat kesusahan dan membutuhkan pasanganmu. Sang penikung hanya terlalu kejam, merebutnya dengan cara yang kurang wajar. Renungkanlah beberapa kemungkinan ini dan kembali temukan bahagiamu.

Kamu berhak bahagia. Jika ia memilih sang penikung dan sang penikung bekerja keras merebutnya, mungkin itu hanya tanda bahwa kamu dan kekasihmu memang tidak ditakdirkan bersama. Dengan cara itu, semesta ingin menunjukkan bahwa dia bukan sosok yang tepat untukmu. Sebelum melangkah lebih serius dengannya, kamu sudah diarahkan untuk menjauh dari seseorang yang tidak seharusnya menjadi milikmu. Kamu diberikan semacam petunjuk bahwa dia yang rela meninggalkanmu untuk orang lain dengan cara yang tak sopan, memang adalah pribadi tak sesuai dengan kelasmu. Dengan demikian, jika kekasihmu lalu memilih sang penikung di saat kamu sedang mabuk asmara padanya, lepaskanlah dia. Lepaskan tangannya dan ambil tangan sang penikung untuk mengeratkan genggaman mereka. Biarkan dia dan sang penikung menemukan bahagia mereka. Mungkin mereka memang harus dipertemukan dengan cara itu, bisa jadi mereka memang berjodoh. Istilahnya kamu memberikan hadiah kepada dirimu untuk terbebas dari orang yang salah. Kamu sedang mengapresiasi dirimu dengan meninggalkan dia yang tak pantas untukmu. Kamu juga hebat karena berani melepas untuk mempersatukan mereka, walau cara mereka salah. Kamu harus menunjukkan kepada mereka bahwa kamu bahagiamu. Kamu bahagia karena melepaskan racun dari dirimu. Jangan terus terpuruk dan temukan tawa indah di wajahmu untuk membuat mereka malu dan tersadar akan kelakuan kurang baik mereka. Relakan mereka dan temukan rumah kenyamananmu sendiri karena kamu pantas bahagia.

Penulis: Beatrix Yunarti Manehat, MSA
Edior : Nadi

Previous post Selamat Ulang Tahun
Next post Pesona TTS, Negeri di Atas Awan,

Tinggalkan Balasan

Social profiles