Harapan Di Balik HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia

Indonesia merdeka, merdeka, dan merdeka. Sebuah lantunan kata yang tidak akan terlupakan bagi masyarakat Indonesia. Ingat pada tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini mengingatkan kita akan deretan sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan para penjajah yang selama 360 tahun menjajah negara kita ini.

Perjuangan dari bangsa Indonesia tentunya bukan sebuah dongeng yang bersifat imajinasi melainkan sebuah sejarah yang sangat berarti dan selalu dikenang sepanjang masa. Seperti apa yang dikatakan oleh Soekarno “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah” Ini adalah semboyan terkenal yang diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya. Sejarah kemerdekaan Indonesia selalu dikenang dan dihormati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Hari ulang tahun Republik Indonesia menjadi tanda penghormatan akan sejarah dan perjuangan dari para pahlawan yang gugur di medan perang.

17 Agustus 2021, negara kita Indonesia merayakan hari ulang tahun ke 76. Seperti biasanya hari ulang tahun merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap orang. Hari ulang tahun dimaknai secara berbeda bagi setiap orang. Sebagian mengatakan bahwa mereka dilahirkan kembali dan sebagianya mengatakan ini adalah proses seseorang menuju ke tahap yang lebih dewasa.

Setiap orang yang merayakan hari ulang tahun tentunya mempunyai harapan, cita-cita, dan keinginan yang mau dicapai dalam hidupnya. Negara Indonesia juga tentunya mempunyai harapan yang ingin dicapai pada tahun ini. Pertanyaannya ialah apa yang menjadi harapan bagi bangsa Indonesia di HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia ini?

Hari ulang tahun Republik Indonesia biasanya dirayakan masyarakat Indonesia dengan melakukan kegiatan upacara bendera hingga mengadakan berbagai perlombaan di lingkungan tempat tinggalnya. Tapi karena situasi pandemi yang masih menggrogoti negara kita ini tradisi ini pun harus dibatasi. Sekarang kegiatan ini dilakukan secara sederhana dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Semua kegiatan atau rutinitas yang biasa kita lakukan harus dibatasi. Pergi ke kantor, sekolah, ibadah, dan pasar semuanya dibatasi. Hal ini kita kenal dengan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Hal inilah yang membuat pemerintah mengambil kebijakan agar hari ulang tahun Indonesia kali ini dilaksanakan secara sederhana dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Bapak Pratikno sebagai Menteri Seketaris Negara Republik Indonesia (Mensesneg). Beliau bersama timnya mengeluarkan kebijakan mengenai pelaksanaan HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia nanti. Beliau menyampaikan agar upacara dilaksanakan secara sederhana dan khidmat, minimalis, dan mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19” (https://cdn.setneg.go.id/_multimedia/document/20210729/2322B-564.pdf diakses pada tanggal 14 agustus, pkl 21:00).

Selain itu Bapak Pratikno bersama timnya memberi tema sebagai peringatan HUT KE-76 Kemerdekaan Republik Indonesia. Temanya adalah “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Tema ini juga sangat sinkron dengan persoalan yang dihadapi Indonesia sekarang.

Tema ini menggambarkan Indonesia yang tengah berjuang melawan covid-19 yang masih menggrogoti negara ini. Selain menghadapi covid-19, persoalan yang sering dihadapi bangsa Indonesia juga ialah terorisme, narkoba, dan korupsi. Persoalan-persoalan inilah yang sering menghantui negara Indonesia dalam beberapa kurun waktu. Hal yang mengejutkan ialah dalang atau pelaku dari kejahatan ini adalah diri kita sendiri. Kita adalah penjahat yang berjaskan bulu domba tapi hatinya berbulu srigala. Kita adalah penjajah bagi negara Indonesia dan tak heran jika negara ini selalu berhadapan dengan banyak masalah. Lihat saja korupsi masih terjadi di Indonesia walaupun di tengah kekrisisan moneter yang melanda negara kita ini akibat covid-19. Terkadang persoalan yang terjadi disebabkan karena kekuasaan dan uang. Inilah yang menyebabkan manusia tergiur untuk melakukan korupsi sehingga korupsi dan nepotisme menajadi dampak semuanya itu.

Peristiwa lain berkaitan dengan hukum di Indonesia. Bapak Amir Syamsudin sebagai mantan Menteri Hukum dan Ham RI mengatakan Indonesia adalah negara yang beradasarkan atas hukum (rechtstaat) dan bukan berdasarkan kekuasaan (machtstaat). Sejak awal kemerdekaan, para pendiri bangsa ini sudah menginginkan bahwa negara Indonesia harus dikelola berdasarkan hukum.  Ketika memilih bentuk negara hukum, otomatis keseluruhan penyelenggaraan negara ini harus sedapat mungkin berada dalam koridor hukum yang semua harus diselenggarakan secara teratur (in order) dan setiap pelanggaran terhadapnya haruslah dikenai sangksi sepadan (Kompas No, 043/Tahun 57, 13/08/21, hlm 6)

Memang hukum dan kekuasaan adalah bagian dari masyarakat (social order) hubungan hukum dan kekuasaan tentu saja bersifat dialektis dan simbiotis sehingga tidak boleh  ada kekuasaan yang mendominasi hukum. Fungsi kekuasaan terhadap hukum jelas sebagai sarana membentuk UU (law making), menegakkan hukum (law enforcement), dan melaksanakan hukum (excekutor). Sementara hukum adalah media untuk melegalisasi kekuasaan (Kompas No, 043/Tahun 57, 13/08/21, hlm 6)

Berbicara tentang hukum atau aturan terkadang kurang dihidupi dengan baik oleh masyarakat Indonesia seperti masyarakat yang kurang taat dengan aturan dari pemerintah. Dimasa pandemi covid-19 ini pemerintah menganjurkan agar masyarakat menetapkan pola 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Maksud dari pemerintah mengeluarkan kebijakan ini guna  mencegah penularan covid-19. Selain itu pemerintah juga pernah mengeluarkan kebijakan PPKM sampai pada level 4 guna mencegah penularan bersekala besar. Pertanyaannya sekarang ialah apakah kebijakan PPKM ini dilaksanakan oleh masyrakat atau tidak?

Jika anda berpergian ke pasar atau tempat-tempat keramain lainnya, mungkin anda akan menemukan jawabannya apakah masyarakat betul-betul mengindahkan kebijakan ini atau tidak. Realitasnya hanya sebagian orang saja yang melaksanakan kebijakan ini sedangkan yang lain tau tapi pura-pura tidak tau sehingga tidak ada implementasinya. Terus hukuman apa yang diterima oleh sesorang jika melanggar aturan ini?

Melihat persoalan-persoalan yang terjadi tentunya kita bertanya, apa yang akan terjadi ke depannya bagi negara tercinta kita ini? Dengan momen HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, kita semua diajak bersatu dalam melawan semua persoalan ini.

Tema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh menggambarkan harapan bagi bangsa Indonesia agar tetap kuat dalam melawan persoalan-persoalan yang ada. Indonesia mampu melawan persoalan-persoalan yang terjadi jika kita sebagai masyarakat Indonesia sendiri bersatu dalam menghadapinya. Semuanya dimulai dari kita. Jangan jadikan diri kita sebagai penjajah yang menjajah negara kita sendiri. Inilah harapan Indonesia di balik HUT Ke-76, agar kita semua bersatu sehingga Indonesia tetap tangguh dan tumbuh dimasa yang akan datang.

Oleh: Sebastianus Julian Harjoni Mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA KUPANG

Editor: Nadi

Previous post Integrasi Demi Pertumbuhan Bangsa Indonesia
Next post Puisi-Puisi Ian CK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.