Bi Nung merasakan punggungnya panas dan basah. Segera Bi Nung melepaskan pelukannya dan melihat wajah Nyonyanya itu sembab karena sedari tadi ternyata menangis dalam pelukannya. “Nyonya kenapa, apa ada sesuatu yang salah di punggungku? apa ada yang bolong di sana?”, tanya Bi Nung. Dengan wajah kebingungan Bi Nung mengangkat satu alis mencoba meminta penjelasan dari Bi Nung, namun Bi Nung malah tertawa terbahak-bahak. Dengan wajah cemberut dan bingung Mirapun langsung pergi ke ruang makan meninggalkan Bi Nung yang masih tertawa merasakan kemenangan atas apa yang telah dia lakukan kepada Nyonyanya yang sangat disayanginya itu.

Wajah Ogi begitu bertanya-tanya saat melihat apa yang sedang terjadi diantara pembantunya dan wanita yang belum ia kenal itu. Wajahnyapenuh kebimbangan saat tiba-tiba ada orang asing yang memanggil ayahnya dengan sebutan “Mas” dan memanggilnya “Nak”. Wanita itu seolah-olah mengenal keluarganya atau bahkan mungkin memiliki hubungan istimewa dengan mereka. Berusaha tak memedulikan itu, dengan wajah yang masih bingung dan penasaran Ogi langsung mengucap pamit pada ayah dan ibu tirinya karena sudah buru-buru harus ke kampus. Lalu, Arga sang ayah juga pamit pergi karena sudah telat ke kantor akibat kejadian mengejutkan pagi itu. Arga menyadari sebentar lagi dia akan dihadapkan dengan kenyataan hidup yang sesungguhnya dimana selama ini berusaha dia tutup-tutupi dari Ogi (anaknya) dan Tiara (istri keduanya). Arga berusaha tenang agar istri keduanya tidak penasaran akan semua yang terjadi pagi ini, karena sampai sekarang arga belum menceritakan apa tujuannya untuk menikahi Tiara dan apa yang terjadi pada keluarganya.

Setelah Arga dan Ogi berlalu, dengan sigap Tiara langsung menghampiri Mira yg sedang duduk sambil termenung di meja bundar yang sering mereka sebut sebagai meja makan. Sambil menarik kursi yang berada tepat di hadapan Mira, Tiara bertanya dengan nada suara yang tinggi dan melengking, “Apa tujuanmu datang ke rumah ini? Siapa kamu? Kamu tidak perlu sok kenal dan sok akrab dengan Mas Arga dan Ogi, karena itu tidak akan mengubah apapun, lebih baik kamu beres-beres dan pergi sebelum Mas Arga mengusirmu secara kasar”, ucapTiara dengan beruntun tanpa ada jeda sedikitpun.

Previous post PUISI-PUISI IAN CK
Next post “Merawat Nilai Pendidikan di tengah Pandemi Covid-19”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.