Tahukah Anda Jika Minum Susu Berlebihan Menyebabkan Peradangan ?

nadiinformasi.com – Mungkin banyak di orang belum tahu tentang hal ini termasuk saya juga kalian. Ternyata susu merupakan jenis makan yang berbentuk cair, namun tahukah kakian jika susu juga merupakan makanan paling sulit dicerna oleh lambung.

Dikutip dari buku Prof. Dr. Hiromi yang berjudul The Miracel Of Enzime, Dr. Hiromi menceritakan pangalaman pribadi ketika anak-anaknya menderita dermatitis atopik pada usia enam atau tuju bulan.

Sang ibu sudah menuruti segala instruksi yang diberikan oleh dokter anak, tetapi betapapun banyaknya perawatan yang mereka terima, radang kulit anak-anak sama sekali tidak membaik. Lalu, pada usia sekitar tiga atau empat tahun, putranya mulai mengalami diare parah. Dan pada akhirnya, dia bahkan mulai mengeluarkan darah saat buang air besar. Setelah memeriksanya dengan endoskop, ditemukan bahwa si balita menunjukkan tanda-tanda awal kolitis ulserativa.

Oleh karena tahu bahwa kolitis ulserativa berhubungan erat dengan makanan seseorang, Ia pun memfokuskan pada jenis makanan yang biasa dimakan oleh anak-anak. Ternyata, tepat pada saat anak-anak mulai menderita dermatitis atopik, istrinya telah berhenti menyusui dan mulai memberi anak-anak susu di bawah arahan dokter anak. mereka lalu memutuskan menyingkirkan semua susu dan produk susu dari makanan anak-anak sejak saat itu. Tentu saja, kotoran berdarah dan diare, bahkan dermatitis atopik, semua menghilang.

Baca juga: Alkohol dan Tembakau Merupakan Gaya Hidup Terburuk

Setelah mengalami hal ini, Dr. Hiromi menanyakan kepada pasien pasiennya tentang sejarah kebiasaan makan mereka, Ia mulai mengumpulkan daftar lengkap berapa banyak susu dan produk susu yang mereka konsumsi. Menurut data klinis Dr. Hiromi, terdapat kemungkinan besar terbentuknya kecenderungan timbulnya alergi dari mengonsumsi susu dan produk-produk susu. Hal ini sesuai dengan penelitian mengenai alergi baru-baru ini yang melaporkan bahwa jika wanita hamil minum susu, anak-anak Jika wanita mereka cenderung lebih mudah terjangkit dermatitis hamil minum susu, anak-anak mereka cenderung lebih mudah terjangkit dermatitis atopik.

Selama 30 tahun terakhir di Jepang, jumlah pasien penderita dermatitis atopik dan alergi serbuk meningkat secara drastis. Jumlahnya pada saat ini mungkin hampir sebanyak satu dari setiap lima orang. Begitu banyak teori yang berusaha menjelaskan mengapa terjadi peningkatan yang begitu cepat dalam jumlah orang yang menderita alergi, tetapi menurut Dr. Hiromi penyebab paling utama adalah diperkenalkannya susu dalam menu makan siang di sekolah pada awal era 1960-an.

Susu yang mengandung banyak zat lemak teroksidasi, mengacaukan lingkungan dalam usus, meningkatkan jumlah bakteri jahat dan menghancurkan keseimbangan flora bakteri dalam usus kita. Sebagai akibatnya, racun-racun seperti radikal bebas, hidrogen sulfida, dan amonia diproduksi dalam usus. Penelitian mengenai proses apa saja yang dialami racun-racun ini dan penyakit-penyakit jenis apa saja yang dapat timbul masih berlangsung. Namun, beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa susu tidak hanya menyebabkan berbagai alergi, tetapi juga dihubungkan dengan diabetes pada anak anak.

Baca juga: Ini Tips Sederhana Menjaga Kecantikan Wajah

Kebanyakan Minum Susu Menyebabkan Osteoporosis

Satu miskonsepsi umum yang terbesar mengenai susu adalah bahwa susu membantu mencegah osteoporosis. Oleh karena jumlah kalsium dalam tubuh kita berkurang seiring dengan usia, kita diberi tahu untuk minum susu yang banyak untuk mencegah osteoporosis. Namun, ini adalah sebuah kesalahan besar. Minum susu terlalu banyak sebenarnya menyebabkan osteoporosis.

Pada umumnya, dipercaya bahwa kalsium dalam susu lebih mudah diserap daripada kalsium dalam makanan-makanan lain se perti ikan kecil, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar.

Kadar kalsium dalam darah manusia biasanya terpatok pada 9-10 mg. Namun, saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat. Walaupun sepintas lalu hal ini mungkin terlihat seperti banyak kalsium telah terserap, peningkatan jumlah kalsium dalam darah ini memiliki sisi buruk. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Dengan kata lain, jika kita mencoba untuk minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh    secara keseluruhan. Dari empat negara susu besar-Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia-di negara yang banyak sekali mengonsumsi susu setiap harinya, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.

Sebaliknya, ikan-ikan kecil dan rumput laut, yang selama ber abad-abad dimakan oleh bangsa Jepang dan pada awalnya dianggap rendah kalsium, mengandung kalsium yang tidak terlalu cepat diserap yang meningkatkan jumlah konsentrasi kalsium dalam darah. Terlebih lagi, hampir tidak ada kasus osteoporosis di Jepang selama masa rakyat Jepang tidak minum susu.

Menurut Dr. Hiroma perilaku mengkonsumsi susu setiap hari disebabkan oleh pabrik susu yang secara terus menerus mengiklankan produk susu mereka.

“Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya,” ujar Prof. Dr. Hiromi Shinya dikutip dari  buku  The Miracle Of Enzyme pada Minggu/06/03/2022

Editor: Barros

Previous post Alkohol dan Tembakau Merupakan Gaya Hidup Terburuk
Next post 7 Fakta Tentang Susu Menurut Dr. Hiromi Shinya

Tinggalkan Balasan

Social profiles