Ku berada di dua ruang. Ruang bahagia dan ruang duka
Ku senang tak pergi ke sekolah, Ku senang lebih banyak main
Ku senang tak bertatap langsung dengan guru, Ku senang bisa berbaring lama
Ku senang tak lagi banyak tugas, Ku bersemangat tak harus tampil di depan publik untuk presentasi
Rasanya ingin kuteriakkan kebahagiaanku, ingin kudendangkan kebabasanku

Dalam teriak bahagiaku ku temukan ruang duka
Menatap diriku yang makin hitam di balik cermin’
Makin kelabu melihat aku yang semakin tak tahu apa-apa
Aku hampir lupa apa itu algoritma
Aku sudah tak tahu bagaimana menghitung jarak

Perlahan kudekatkan mataku ke kaca
Perlahan kuresapi, perlahan kurenungkan
Aku sudah kehilangan banyak ilmu, aku sudah lupa banyak pengetahuan

Dalam kalut dan sedihku, aku berbisik lirih
Inikah pendidikan new normal, aku rasa aku dan pengetahuanku akan tergilas
Aku belum mampu membaca buku elektronik
Aku belum kuat mengais ilmu lewat zoom meeting

Tentang Penulis:
Junita Naibobe, siswa SMA N 1 Kefamenanu. Penulis tertarik dengan puisi sejak masuk SMP.

Previous post MENEROPONG KEPANTASAN PEMBERLAKUAN PEMBELAJARAN ONLINE BAGI SEKOLAH DENGAN KUALITAS SERTA AKSES PENDIDIKAN YANG RENDAH
Next post Patrick J Rebong Kembali Jabat Wasekjend OKK Pemuda Perindo Pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.