DILEMATIS PENDIDIKAN DI ERA NEW NORMAL

Permasalahan-permasalahan yang ada terebut harus bisa segera di atasi oleh para stakeholder terkait dalam bidang pendidikan, baik itu para pemangku kebijakan, sekolah, tenaga pendidik, para orang tua atau wali, dan peserta didik itu sendiri jika tetap ingin memaksakan pembelajaran dilakukan secara daring. Tetapi jika pembelajaran akan dilakukan secara konvesional maka semua pihak wajib terkait untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan disiplin tingkat tinggi dan saling mengawasi satu sama lain. Tetap menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

Harus di sadari bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) atau sekolah saja, namun terdapat juga peran dan tanggung jawab dari para pihak eksternal seperti orang tua dan lingkungan sekitar. Tanpa kerja sama yang baik dari kedua pihak tersebut tentunya pendidikan tidak akan menghasilkan output yang berkualitas.

Oleh karena itu, kita sebagai tenaga pendidik, orang tua, dan peserta didik harus tetap mendukung segala kebjikan yang telah di ambil oleh Pemerintah untuk melanjutkan pembelajaran, baik itu pembelajaran yang dilakukan secara daring maupun secara konvensional. Walaupun dari ke dua jenis pembelajaran tersebut memiliki resiko masing-masing yang tidak dapat dihindari pada Era New Normal ini. Sehingga tujuan dari pendidikan nasional yang tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3 yang berbunyi “mengembangkan potensi didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklhak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warna negara yang demokratis serta bertanggung jawab” dapat terwujud demi kemajuan di bangsa kita tercinta.

Tentang penulis
Antonio P.S.A. Laka, biasa di panggil Nio. 25 tahun yang lalu, Saya lahir Di Kota Pelajar yaitu Yogyakarta. Tepatnya pada tanggal 20 Okober. Hobbi saya membaca dan berdikusi. Saat ini Saya aktif Di Komunitas Literasi Kreatif Kefamenanu (KLIKK) sebagai Sekertaris Umum.

Previous post Bila Kakimu Telah Berdebu di Tanahku
Next post MEDIA DIGITAL DALAM PENDIDIKAN NEW NORMAL: PELUANG ATAU BAHAYA?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.