DILEMATIS PENDIDIKAN DI ERA NEW NORMAL

Tentunya dari ke dua jenis pembelajaran ini, baik secara daring maupun tatap muka akan menimbulkan dilematis bagi semua pihak. Akan tetapi kebijakan harus tetap dipilih dengan tetap mempertimbangkan segala resiko yang ada. Apabila sistem pembelajaran secara tatap muka yang dipilih, maka sekolah harus menyiapkan segala bentuk pencegahan penularan Covid-19 secara disiplin, bertanggung jawab, dan tidak boleh lengah dalam pengawasan. Tetapi jika kebijakan pembelajaran secara daring yang dipilih juga akan menimbulkan berbagai permasalahn baru.

Permasalahan baru yang akan timbul jika sekolah tetap memilih melakukan pembelajaran secara daring, di antaranya adalah :

Inspirasi
  1. Penguasaan teknologi yang masih rendah. Dilihat segi kuantitas memang masih banyak sekali tenaga pendidik yang tidak mampu memanfaatkan kemajuan ilmu teknologi dalam berkomunikasi dan mencari informasi, terutama para guru generasi 80-an.
  2. Ketidaksiapan orang tua dalam mendampingi anaknya yang belajar dari rumah ini. Hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan orang tua dan pengetahuan tentang ilmu teknologi yang masih rendah.
  3. Jaringan listrik yang masih terkendala, terutama sekolah-sekolah yang berada di daerah perbatasan maupun di daerah pelosok desa. Belum lagi ditambah susahnya untuk mendapatkan jaringan internet walaupun daerah tersebut telah terialiri arus lsitrik. Oleh karena tidak sedikit dari peserta didik yang harus memanjatkan bukit bahkan pepohonan untuk mendapatkan jaringan internet yang dapat menunjang mereka untuk mengikuti pembelajaran secara daring.
  4. Kurangnya fasilitas yang mendukung untuk melakukan pembelajaran daring seperti; komputer atau leptop dan handphone android. Para peserta didik yang ada di daerah pelosok desa masih banyak yang tidak memiliki salah satu dari ke dua fasilitas pendukung tersebut, lalu bagaimana caranya sehingga mereka bisa mengikuti pembelajaran secara daring? Terkadang untuk menmbayar uang SPP saja masih menunggak apalagi untuk membeli komputer dan handphone android, tentu itu hanya sebatas angan-angan saja.
  5. Biaya bulanan yang semakin bertambah karena kebutuhan kuota internet juga bertambah untuk mengikuti pembelajaran secara daring. Jika tidak membeli kuota tentunya para peserta didik tidak akan bisa mengikuti pembelajaran secara baik. Hal ini menjadi masalah tersendiri bagi orang tua yang harus berpikir keras untuk memenuhi kebutuhan kuota tersebut, apalagi bagi keluarga menengah ke bawah yang penghasilannya hanya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Previous post Bila Kakimu Telah Berdebu di Tanahku
Next post MEDIA DIGITAL DALAM PENDIDIKAN NEW NORMAL: PELUANG ATAU BAHAYA?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.