Covid 19 Tak Kunjung Berakhir, Inilah Yang Dirasakan Mahasiswa Rantau

nadiinformasi.com – Covid 19 tak kunjung berakhir meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah seperti membatasi aktivitas diluar rumah, larangan mengunjungi tempat-tempat umum yang berpotensi tertularnya Covid 19, hal tersebut berdampak juga pada pendapatan masyarakat secara umum.

Hadir dalam dialog dengan tema “Dampak Covid 19 Terhadap Mahasiswa Rantau Timor Di Malang” pada sabtu 9/05/2020 yang diadakan nadiinformasi.com, tiga ketua organisasi daerah asal pulau Timor yakni, Ikatan Mahasiswa Malaka (IMMALA), Ikatan Keluarga Belu (IKABE) Malang dan Ikatan Pelajar Mahasiswa TTU (IPMATTU) sependapat agar Pemerintah Daerah (PEMDA) berikan batuan berupa sembako.

“Jauh sebelum kehadiran Covid 19 kami mendapatkan kiriman yang terbilang lancar meskipun tidak begitu banyak tapi bisa mencukupi kebutuhan kami, namun semenjak kehadiran Covid 19 mengakibatka pembatasan aktivitas masyarakat, maka tentu bahwa ini berdampak juga pada pendapatan orang tua, terutama yang orangtuannya mengandalkan hasil pertanian untuk menukar denga Rupiah,” jelas ketua IMMALA, Adi.

Hal senada juga disampaikan ketua IKABE Malang, Edel Soro, menurut Edel dampak tersebut tidak hanya pada kebutuhan makan minum, namun juga berimbas pada proses perkuliahan dimana proses tatap muka beralih ke perkuliahan online yang memakan biaya begitu besar.

Jangan lupa baca artikel berikut :

MAKA PANJANGLAH LENGKING TAWA IBUKU
LILIN-LILIN TELAH PADAM
HUJAN NOVEMBER MEMANISKAN KENANGAN MERKURIUS
Berbeda Bukan Berarti Kita Bermusuhan

“Dampak dari Covid 19 ini salah satunya kuliah online, karna yang pasti ini menambah beban biaya untuk kuota internet, nah sememtara orang tua dikampung tidak begitu produktif karna Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah,” ujar Edel.

Sementara itu, Humas IPMATTU Adi Papa yang mewakili ketua hadir dalam dialog tersebut mengutarakan harapan besarnya agar pemda sedikit memberikan perhatian kepda mahasiswa-mahasiswa rantau yang berada diluar NTT.

“Seperti disampaikan saudara berdua bahwa Covid 19 mempengaruhi pendapatan orang tua, maka harapan besar saya adalah kehadiran pemda untuk meringankan beban orang tua dikampung,” harap Adi.

Ketiganya bersepakat mengutarakan harapan yang sama agar pemda memperhatikan mahasiswa rantau dengan sedikit meringankan beban orang tua dikampung akibat Covid 19.

Penulis : Barros
Editor : Nadi

Previous post Masih Ada Bekas Lipstik Pada Bibirmu
Next post IKM NTT Yogyakarta Galang Donasi di Tengah Pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.