Catatan Cinta Untuk Ayah

Apa makna “AYAH” bagimu??? Seberapa penting dia untukmu??? Aku yakin masing-masing orang memiliki pandangan berbeda tentang ayah, tergantung hubungannya dengan ayahnya dimasa lalu ataupun masa sekarang. Namun bagiku ku ayahku adalah laki-laki pertama yang membuatku jatuh cinta, kagum dan bangga padanya. Ya, dia ayahku. Namanya Mr. Simon Manehat. Aku hanya ingin sedikit bercerita, berbagi kisah tentang hebatnya ayahku kepada kalian.

Sejak kecil hubunganku dengan ayahku berjalan dengan baik dan nyaris sempurna. Bukan berkata sombong, tapi pada kenyataannya sebuah pukulan ataupun cubitan kecil tidak pernah diberikan ayah, untukku. Marah iya, tapi itu sebagai bentuk teguran untuk kesalahanku. Ayahku adalah sosok yang pemaaf dan bukan pendendam. Pekerja keras, tangguh, bijaksana,mudah bergaul,penyayang. Pokoknya ayahku adalah Fighter kehidupan sejati. Ayahku seorang pensiunan dari sebuah Sekolah Dasar.



Tuhan menciptakan bahu yang kuat, pundak yang tegar untuk seorang ayah karena begitu banyak beban berat  yang harus dipikulnya. Dicaci, dihina, ditertawakan banyak orang adalah hal biasa baginya. Tapi tidak bagiku, karena hal itu selalu menjadi bayang-bayang dalam hidupku hingga sekarang.  Begitu banyak masa sulit yang dihadapi ayah waktu itu. Terlalu pahit untuk diceritakan, cukup aku yang menjadi saksinya. Aku percaya, bahwa saat dulu kesusahan yang dialami ayah hanyalah ujian dari Tuhan untuk menaikan derajatnya.

2011 ketika ayahku pensiun, keluargaku pindah ke kota. Kehidupan di kota dengan tuntutan ekonomi yang begitu tinggi membuat ayah dan ibuku sedikit kesusahan. Dimana saat itu kedua kakak ku sedang berkuliah di Jawa dengan mengambil jurusan kesehatan yang tentu biaya perkuliahannya tidak murah sedangkan aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Ayahku tak pernah mempermasalahkan jurusan yang diinginkan anak-anaknya, berapa biaya sekolah dan biaya bulanan yang harus dikirimnya untuk anak-anaknya. Apapun cita-cita kami, ayahku akan dengan senang hati berusaha mewujudkannya, walaupun ia tahu itu adalah hal berat baginya. Dari dulu prioritas ayah adalah pendidikan anak-anaknya. Menyekolahkan anaknya lebih penting daripada membangun sebuah rumah untuk  masa tuanya.  Baginya pendidikan anak-anak adalah investasi berharga di kemudian hari untuknya. Itulah mengapa kami memberi Beliau gelar Pengajar Kehidupan Sejati yang tak mampu digantikan dengan professor manapun di dunia ini.

Sayangnya, dalam perjuangan berat untuk anak-anaknya, ayah diberikan ujian tambahan oleh Tuhan. 22 Januari 2012 ayah terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Untuk pertama kalinya aku melihat ayahku terbaring lemah tak berdaya di atas tempat tidur Ayahku divonis sakit Lever (Hati) yang membuat perutnya membesar dan badannya yang begitu gemuk kini terlihat kurus. Aku dan keluargaku sempat berpikir apa ayah bisa sembuh dan melalui semua ini?

Cinta, perhatian, semangat selalu berikan buat ayah. Diluar prediksi, ayahku diberikan kembali  kesehatan oleh Tuhan dan berjuang untuk kami lagi. Ini semua karena Tuhan tahu, perjuangan ayahku untuk kami belum berakhir. Keluar masuk rumah sakit sudah biasa bagi ayahku, sehingga ketika aku mendengar kabar bahwa ayahku masuk RS lagi, aku kurang khawatir karena aku yakin ayahku akan sembuh lagi.

Ya benar, di tahun 2018 Tuhan menganugerahkan masa kejayaan bagi ayah dan ibuku. Apa yang ditanam kedua malaikat kami selama ini telah menghasilkan buah yang manis. Di tahun itu, semua kakak-kakaku telah memiliki pekerjaan, tersisa aku dan kakak ku yang ke 4 masih duduk di bangku kuliah. Puji Tuhan aku sudah berada dalam masa penantian Wisuda. Kakak-kakakku menghadiahkan sebuah tiket pesawat PP buat Ayah dan Ibu untuk berlibur ke tempat ku (Kota Malang). Mereka begitu senang karena ini adalah kali pertama bagi mereka merasakan naik pesawat, berlibur ke daerah Jawa sesuai impian mereka dulu. Bahkan untuk kedua kalinya mereka mendapat tiket untuk menghadiri acara wisudaku di bulan oktober 2018. Tuhan maha sempurna, karena saat itu aku melihat kerutan pikiran dan beban di wajah ayah telah berganti menjadi senyum yang merekah bahagia dan tak ada bisa digambarkan dengan kata-kata. Intinya “Ayahku sangat bahagia”!!!!!! Suatu kebanggaan untuk perjuangan ayahku. Seakan seluruh sakit dan penderitaan Beliau dibayar lunas oleh Tuhan. Keluarga ku bisa berkumpul semua dan berlibur bersama.  Tuhan memang adil. Kesempatan emas ini dipercayakan kepad akeluargaku karena ayah dan ibuku yang terberkati. Terimakasih Tuhan, telah mengadakan kejadian ini dalam hidupku dan keluargaku.

Kebahagiaan Keluarga

Tepat tanggal 08 Agustus 2019 (sebuah tanggal cantik 080819) aku dan keluargaku mendapatkan kejutan indah dari Tuhan. Sosok yang paling aku sayangi, paling aku banggakan, dipanggil Pulang ke hadapan-Nya. Ya, memang benar. Ayahku adalah milik Tuhan dan yang dititipkan untukku dan keluargaku. Tanggal ini akan selalu menjadi tanggal pertama yang akan aku ingat dalam hidupku. Semenjak kepergian ayah, duniaku terasa berbeda. Bagaimana tidak??? Orang yang selalu mendengar ceritaku, membuatku tertawa di setiap waktu dengan tingkahnya yang lucu, berjuang apapun itu demi aku, telah pergi. Pergi dan tak akan kembali. Ya, Cuma nama dan kenangannya yang membawanya kembali dalam ingatanku. Bahkan sampai hari ini, jika melihat foto ayahku, aku masih merasa belum yakin kalu dia telah pergi selamanya. Aku hanya berpikir ayahku hanya pergi berlibur dan akan kembali lagi

Setelah kematian ayahku, banyak penyesalan dalam diriku.  Aku menyadari betapa egoisnya aku waktu dulu. Ayahku suka membanggakan kami pada keluarga bahkan orang-orang terdekatnya. Disaat itu, aku hanya berpikir bahwa ayahku hanya sedang menyombongkan diri. Menceritakan tentang kesuksesan kakakku yang  pertama bekerja sebagai pegawai PLN, kakakku yang menjadi seorang guru, kakaku yang menjadi seorang wiraswasta tapi memiliki kendaaran pribadi, kakaku yang memiliki gaji yang besar, kakaku yang berhasil meraih melanjutkan pendidikannya ke S2, dan aku yang diharapkannya bisa melanjutkan sekolah. Saat aku mendengar dia bercerita seperti itu pada orang lain, aku begitu marah. Emosiku tak bisa ditahan hingga akhirnya aku marah berteriak padanya. Entahlah, kata-kataku sangat menyakitkannya waktu itu. Aku hanya tak menyukai jika ayahku bercerita seperti itu pada orang. Tapi hal itu tetap dilakukan ayahku.

Ayah pejuang dan pengajar sejati

Tapi kini aku mengerti. Kenapa ayahku selalu bercerita dan membanggakan kami pada oranglain? Ia ingin menunjukan bahwa pengorbanannya yang dulu telah membuahkan hasil. Ia bangga pada dirinya sendiri. jalan yang berliku-liku mampu dilewatinya. Tanjakan kesuksesan kami yang begitu tinggi berhasil dilaluinya. Semuanya benar, Perjuangan ayahku tidak sia-sia. Aku, dan kakak kakakku dimasa sekarang adalah bukti dari pengorbanan ayahku yang luaar biasa sampai ayah telah tiada, aku masih merasa menjadi anak-anak yang gagal. Maaf tidak bisa mmerawatmu seperti ayahku merawat dan menjagaku dimasa kecilku. Maaf, belum bisa memberikan apapun yang berharga untukmu. Tapi aku yakin, ayahku selalu bangga padaku. Apapun yang aku lakukan, atau yang putuskan, ayahku selalu merasa bangga pada itu.

AyahKu cinta pertamaKu

Ayah, terimakasih banyak untuk semuanya,

Terimakasih banyak untuk pengorbananMu yang tidak terhitung, dan semangatmu untuk merubah kehidupan kita menjadi lebih baik

Terimakasih banyak telah menjadi yang terhebat, dan terkuat.

Terimakasih pergi setelah kami mendapatkan gelar dibelakang nama kami semua,

Tidak banyak kata yang bisa diungkapkan.

Jika aku diminta untuk memilih lagi siapa yang mau kujadikan sebagai orangtuaku, maka kamu akan tetap menjadi pilihanku.

Akan aku ceritakan pada anak-anakku nanti, bahwa mereka memiliki kakek yang luar biasa, berjuang sampai akhir hidupnya.

Sampai bertemu di kehidupan selanjutnya, dan ijinkan aku terlahir lagi sebagai putri kecilmu.

Berbahagialah di Surga, karena Doa, cinta dan Rindu dariku tak akan pernah putus MenyertaiMu disana.

Keluarga : Rumah

ILY till the end dady

Penulis *Kika Elisabeth*

Editor *Tim Nadi*

Previous post Tips Buat Para Pejuang LDR
Yansen Next post Kopi Hitam

8 thoughts on “Catatan Cinta Untuk Ayah

  1. So sweat sayang, tidak terasa air mata jatuh ketika baca tulisannya. Bapak Simon akan tersenyum bangga sekali dari surga.
    Sukses selalu untukmu Kaka Sayang.

  2. Ayah, I Love U Kak Bea yakin Bapak dan Kak Ing bahagia di surga sekarang karena Tuhan Yesus,Bapak Allah dan Bunda Maria yang ajaib dan penuh cinta. Sangat rindu Bapak, sampai bertemu di kehidupan selanjutnya Bapak. Sungguh bangga dan bersyukur memilikimu sebagai Ayah, Bapak Simon Manehat. Warm hug for You, our Love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.