Bila Kakimu Telah Berdebu di Tanahku

Di tanahku, Kanak-kanak ialah kesucian hati ibunda yang pandai merawat surga di bawah telapak kakinya.
Kupastikan impian mereka membara serupa matahari yang benderang, bukan jelaga asap sehabis padamnya api.
Mereka percaya perihal ate yang setia akan menjadi Usif yang merdeka!
Sudah cukup, mereka menggembala di padang meluas. Sebab mereka percaya, waktu yang berpendar tidak pernah mampu menjanjikan senja yang sama.
“Yang menyakitkan bukanlah kepergian, tetapi kenangan!”
Aduhai kasihan, mereka bukan takut bunga rampai yang mewangi saat kematian Ama dan Aina, tapi mereka lebih sedih bila yang terkenang ialah kegagalan.

Ronaldo dikabarkan dalam situasi sulit

Mereka bukanlah mendung tanpa hujan, apalagi daun kering yang terkulai tanpa angin!
Di tanahku, matamu melihat kanak-kanak seperti padang tandus tanpa oase. Tapi saat itu sejatinya kau sementara amnesia, perihal hati tempat harta itu bertakhta.
Bila kau percaya pada hatimu, kau berhasil menjadi siang kepada malam, bahwa kanak-kanak ialah kekekalan semesta!
Jika kakimu telah berdebu di tanahku, pastikan tanganmu yang erat memeluk, bukanlah angin yang memadamkan api impian mereka.
NB: Ate : hamba
Usif : Raja
Ama dan aina : Bapa dan mama

Biografi
Giuseppe adalah nama pena dari Andry Ukat, dia senang dengan ragam karya sastra yang sering dipublikasikan oleh sekian banyak penulis ulung. Pernah bergiat di kelompok Sastra Kotak Sampah, kelompok Sastra Sajak Kampoeng Lelaki. Sekarang ia sementara menempuh studi Filsafat Katolik Semester 4 di STFK Ledalero.

Terbaru minggu ini

Negeri di atas awan
Previous post Arti Dibalik Gaya Selebrasi Messi
Next post DILEMATIS PENDIDIKAN DI ERA NEW NORMAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.