Kepala Desa Leuntolu Diperiksa Jaksa Kabupaten Belu Terkait Dugaan Kasus Korupsi BLT

Kepala Desa Leuntolu di Periksa Jaksa Kabupaten Belu Terkat Dugaan Kasus Korupsi BLT

Kepala Desa Leuntolu Patrisius Luan didatangi langsung oleh Kejaksaan dan Inspektorat Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa 24/05/2022, proses pemeriksaan tersebut berlangsung beberapa jam dengan menghadirkan kembali peserta penerima BLT guna verifikasi ulang data secara langsung oleh kejaksaan.
Berdasarkan pemeriksaan tersebut jaksa menuturkan bahwa kepala Desa Leuntolu tidak terbukti melakukan tindakan korupsi terhadap BLT.

“Dari verifikasi tersebut kami dapat menyimpulkan bahwa ternyata dana BLT telah diterima oleh masyarakat dan dibuktikan oleh berita acara,” jelas Budi Raharjo, SH. Kasi Intel.

Dirinya menambahkan bahwa memang ada sedikit kendala dalam pemeriksaan tersebut yakni perbedaan tandatangan namun karena diwakilkan kepada pihak keluarga, tetapi yang bersangkutan membenarkan bahwa memang uangnya telah diterima.

Pembagian Bantuan Langsug Tunai Desa Leuntolu Menggunakan Kartu Kontrol

“Kendalanya adalah perbedaan tanda tangan, kita cocokkan dari identitas penerima dengan tanda tangan yang ada di daftar ternyata berbeda, dan kami telusuri ternyata diwakilkan kepada pihak keluarga dan yang bersangkutan mengaku bahwa uangnya telah diterima yang bersangkutan,” tambah Budi.

Sementara itu Patrisius Luan mengaku sangat bersyukur karena laporan dugaan korupsi tersebut sebagai bentuk pengawasan langsung oleh masyarakat terhadap penyelenggara Pemerintah Desa.

Patris juga mengklarifikasi terkait kekeliruan data karena penerima BLT sering mewakilkan kepada pihak keluarga sehingga ada perbedaan tanda tangan.

“Terkait dengan laporan masyarakat saya pribadi sebagai kepala Desa sangat senang dan bersyukur karena ini sebagai bentuk pengawasan langsung oleh masyarakat terhadap penyelenggara pemerintah Desa. Perbedaan tanda tangan itu karena bulan ini suami yang terima bulan depan istri yang terima sehingga ada perbedaan tanda tangan, tetapi dari semua itu intinya adalah sebagai bentuk pengendalian masyarakat terhadap pemerintah Desa,” jelas  Patrisius saat jumpa pers bersama awak media.

Tidak hanya itu adapun pernyataan lain dari Mateus Mau perwakilan Inspektorat kabupaten Belu khususnya wilayah empat turut membenarkan hasil pemeriksaan tersebut.

“Bukti pengaduan ini adalah bukti kontrol bagaimana pemerintah dapat melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan desa, berjalan dengan laporan yang disampaikan kami berusaha turun langsung untuk bagaimana memberikan satu kebenaran, seluruh hasil yang kita peroleh hari ini merupakan hasil final,” jelas Mateus.

Dalam jumpa pers tersebut pihak pelapor atas nama Andreas Seran juga mengaku jika perbedaan tanda tangan penerima BLT menjadi dasar atas laporan dugaan korupsi kepala Desa Leuntolu.

“Menyangkut laporan dana BLT dan Covid yang saya lapor beberapa hari lalu bukan saya angkat karang itu data ril ada di masyarakat dan setelah saya angkat dan saya selidiki saya cocokkan tanda tangan november dan desember ternyata berbeda, itu menjadi dasar saya lapor dan ternyata setelah tim audit dari kejaksaan setelah memanggil para penerima BLT mereka mengatakan mereka terima uang dan tanda tangan berbeda karena dititipkan lewat keluarga,” jelas Andreas.

Penulis: Barros
Editor: Nadi

Pembagian Bantuan Langsug Tunai Desa Leuntolu Menggunakan Kartu Kontrol Previous post Pembagian Bantuan Langsug Tunai Desa Leuntolu Menggunakan Kartu Kontrol
Next post Jasad Putra Ridwan Kamil Ditemukan di Bendungan Engehalde Bern.

Tinggalkan Balasan

Social profiles