Belajar Bersyukur, Minimalisir Pengeluhan!

Makan 3 kali sehari dengan menu telur dadar, mengeluh. Mengeluh karena ingin makan dengan sajian menu daging sapi. Telur dadar rasanya jadi hambar karena sejak awal tak disukai. Naik motor kemana-mana; mengeluh karena ingin menumpang mobil. Motor jadi tak memiliki makna lebih, karena keinginan yang besar untuk memiliki mobil. Punya baju dengan tiga ragam warna, mengeluh karena ingin memiliki baju dengan lima ragam warna. Kelakuan di atas sering kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kadang-kadang, kita selalu merasa kurang dan merasa menjadi orang yang paling susah di dunia ini. Berbekalkan pola pikir tersebut, maka pengeluhan menjadi salah satu senjata ampuh yang digunakan untuk memback-up diri.

Jika kamu ada di posisi tersebut, cobalah merenung sejenak. Hentikan sungutanmu , tarik napas mendalam dan berpikirlah dengan tenang. Kamu masih bisa makan tiga kali sehari sedangkan ada orang lain di luaran sana yang hanya mampu makan satu kali sehari walau mereka sudah berusaha keras. Kamu masih bisa menggunakan sepeda motor untuk bepergian, namun ada sosok lain yang menguras tenaga untuk berjalan kaki dengan jarak yang sangat jauh. Pola pikir yang selalu menitikberatkan pada sisi negatif bisa menjadikan kamu pribadi yang kurang bersyukur. Segala nikmat yang diberikan padamu, kamu anggap sebagai kekurangan. Segala berkat itu kemudian tak berati berkat lagi karena kamu sudah mengecilkan definisinya.

Kegigihan untuk selalu mengeluh, membuat kamu tidak bisa menikmati hidup dengan baik. Kamu terus saja merasa kurang, kurang dan kurang lagi. Mengeluh membuatmu menjadi pribadi yang seakan tak pernah beruntung. Mengeluh hanya akan menambah bebanmu. Mengeluh menjadikanmu seolah pribadi tertindas yang tak bisa bahagia dalam kehidupan.

Previous post Jangan Mengemis Kesetiaan, Biarkan Dia Setia Jika Ia Ingin Setia!
Next post 3 Tanda Toxic Relationship, Cepat Temukan Solusi atau Akhirilah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.