Apakah Sekolah Boleh Memberlakukan Pembelajaran Secara Tatap Muka di tengah Pandemi?

Presiden Jokowi dalam rapat bersama Menteri Kesehatan (Menkes), Menkoperekonomian, Kapolri, Panglima TNI, dan kepala BNPB di Komplek Istana Kepresidenan, Senin (7/6/2021), (Kompas.com). Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa pembelajaran tatap muka atau sekolah tatap muka akan dimulai dan harus dilakukan ekstra hati-hati. Lanjutnya, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pembelajaran diperbolehkan untuk dilakukan secara tatap muka dengan mengikuti lima instruksinya, yakni: pertama; pembelajaran tatap muka hanya boleh maksimal 25 persen dari total siswa, kedua; pembelajaran tatap muka tidak boleh dilakukan lebih dari dua hari dalam sepekan, ketiga; setiap hari maksimal hanya dua jam (pembelajaran), keempat; opsi menghadirkan anak ke sekolah tetap ditentukan oleh orangtua, kelima; semua guru sudah harus divaksinasi sebelum dimulai (pembelajaran tatap muka). Dikutip dari, Kompas.com.

Kebanyakan yang mengeluh mengenai proses belajar yang dilakukan secara online akibat sulitnya mengakses ke internet karena tidak memiliki jaringan. Selain itu, keluhan yang muncul dikarenakan tidak memiliki paket data. Tetapi syukur juga karena pemerintah tengah memperhatikan dan membantu para pelajar dengan bantuan paket data, sehingga para pelajar boleh mengikuti proses belajar dengan baik. Namun, walaupun telah dibantu dengan memberikan paket data, rupanya keluhan masih saja ada karena sulit mendapatkan jaringan bagi mereka yang berada dipelosok. Jika demikian, maka mereka akan ketinggalan materi karena tidak mengikuti proses belajar dengan baik. Tentu kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Presiden Jokowi agar proses belajar dalam situasi pandemi boleh dilakukan secara tatap muka, walaupun pembelajaran tatap muka tidak diperbolehkan lebih dari dua hari dalam sepekan, tetapi rasa saya bahwa itu sudah sangat membantu. Mahasiswa atau para pelajar yang tidak dapat mengikuti kegiatan belajar, bisa bertanya kepada guru atau dosen agar memperoleh informasi lanjutan saat sekolah tatap muka. Dengan begitu, para pelajar tidak merasa ketinggalan, dan tetap semangat mengikuti semua kegiatan belajar walaupun dalam situasi pandemi. Dan bagi para pelajar semangat untuk belajar harus tetap ada, karena pendidikan itu merupakan kunci masa depan. Oleh karena inilah pendidikan dianggap sangat penting.

Pendidikan yang bertujuan untuk mendidik para pelajar agar semakin kreatif, kritis, dan cerdas, juga bertujuan untuk membina karakter yang baik. Maka, pendidikan pada dasarnya tidak hanya memfokuskan pada intelektual tetapi juga bagaimana dengan sikap dan tingkah laku juga sangatlah perlu untuk didik. Oleh karena itu, kebijakan dari Presiden Jokowi mengenai proses belajar tatap muka serta instruksi yang dikeluarkan, diwajibkan terutama bagi para guru dan para pelajar untuk mentaati peraturan tersebut. Dengan demikian, proses belajar demi meningkatkan kemampuan intelektual serta juga pendidikan karakter bagi generasi muda terus berjalan, dan bangsa Indonesia tetap memiliki generasi muda yang berkualitas dalam memimpin bangsa ini menuju bangsa yang semakin maju dengan kecerdasan otak dan karakter yang baik.

Previous post GEOSTRATEGI MENGATASI PROBLEMATIKA EKONOMI INDONESIA DI BALIK PANDEMI COVID-19
Next post Beberpa Puisi Sapardi Dirangkum dari Buku “ayat-ayat api”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.