3 M: Manusia Menakuti Manusia

Bully, Warisan Masa Lalu

Siapa diantara kita yang tidak pernah melakukan bully? Semua kita pelaku. Tentu dengan kadar kepiawaian masing-masing. Kita adalah korban bully yang kemudian mertamorfosa menjadi pelaku bully. Kita juga kadang menikmati kala mem-bully orang lain. Saya masih sulit menemukan bahwa tindakan bullying yang dilakukan bersumber dari hati yang bijaksana. Selalu lahir dari gelapnya hati dan dangkalnya isi kepala.

Manusia memiliki kerentanan jiwa yang terpendam pada alam bawah sadar. Bila itu terganggu maka bisa mendorong agresifitas untuk menyerang atau bunuh diri. Rasanya saya perlu menyitir ungkapan Chad Anderson “jika kamu tidak menyukai saya, mengapa kamu membuang waktumu dengan mengolok-olok saya?. Atau ucapan Yuval Noah Harari dalam Sapiens, “Toleransi bukan ciri khas sapiens. Pada zaman modern, sedikit perbedaan kecil dalam hal warna kulit, logat atau agama, sudah cukup untuk memicu sekelompok sapiens untuk berupaya memusnahkan kelompok yang lain.

Penulias: Aulora A. Modok (Founder Pangan Republik)

Editor: Nadi

Previous post Kisah Pilu
Next post PT Karya Anjani Nusantara Bakal Jadikan Pulau Semau Destinasi Wisata Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.