3 M: Manusia Menakuti Manusia

Perundungan model baru yakni cyber bullying. Belakangan, ruang media sosial begitu kuat merampas ketenangan, karena semua orang seperti bebas menghina dan melecehkan orang lain dengan sekali ketik dan klik. Bayangkan dengan jari-jari anda, nasib dan masa depan orang lain terganggu bahkan dirusak.

Jauh sebelum istilah bullying dikenal, kita sudah akrab sekali dengan kebiasaan berbau “ejekan” yang melekat dalam pergaulan sosial. Kebiasaan mengatai-ngatai orang lain dalam balutan canda, demi predikat the funny one. Sebaliknya, sang korban bully terkapar tanpa bisa membela diri.

Awetnya Kekerasan

Remaja (anak) tentu lebih sulit mengelola gejolak jiwa bila menjadi korban bully.  Referensinya banyak. Siswa di Pekanbaru mengalami patah tulang hidung, atau siswa korban patah tulang di Malang. Demikian yang dialami murid SMP yang diamputasi dua ruas jarinya akibat dibanting dan dipukul. Tambah lagi, murid SD yang selama dua tahun sering disebut “bau lontong”, mengalami depresi berat, mengurung diri, takut bertemu dengan orang hingga tak mau lagi bersekolah. Dan ribuan kasus yang tidak terpublikasi.

Previous post Kisah Pilu
Next post PT Karya Anjani Nusantara Bakal Jadikan Pulau Semau Destinasi Wisata Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.