3 M: Manusia Menakuti Manusia

Aulora A. Modok (Founder Pangan Republik)

MANUSIA adalah makhlukyang kerap menunjukkan kekuatan atau kekuasaan dengan cara-cara yang rentan merendahkan, menghina, mengintimidasi orang lain yang dianggap lemah serta tidak memiliki kemampuan melawan. Tak jarang, orang yang dijadikan korban selanjutnya membentuk persepsi diri lemah, tidak berdaya. Peristiwa semacam ini merujuk pada perundungan (bullying).

Bullying berasal dari kosa kata bahasa Inggris, yaitu bull, alias  yang senang merunduk kesana kemari. Etimologi bahasa Indonesia mengartikan sebagai penggertak yang mengganggu orang lemah. Hasrat untuk menyakiti. Perlihatkan kedalam aksi, sebabkan seseorang menderita. Dilakukan seseorang atau kelompok yang lebih “kuat”, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang, dan dilakukan dengan perasaan senang.

Stephenson dan Smith (dalam Sullivan, 2000), mengemukakan tipe pelaku bullying diantaranya: 1) tipe percaya diri: secara fisik kuat, menikmati agresifitas, merasa aman dan biasanya populer; 2) tipe pencemas: secara akademik lemah, lemah dalam konsentrasi, kurang populer dan bermasalah dalam insekuritas diri; 3) pada situasi tertentu pelaku bullying bisa menjadi korban bullying. Padanannya, bahwa pelaku bullying umumnya agresif, mengadopsi kekerasan verbal dan non verbal (gestural), cenderung tidak memikirkan akibat perbuatannya, dan sulit berempati.

Previous post Kisah Pilu
Next post PT Karya Anjani Nusantara Bakal Jadikan Pulau Semau Destinasi Wisata Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.